Showing posts with label Regional. Show all posts
Showing posts with label Regional. Show all posts

Suasana kota kecil nan nyaman dengan bangunan peribadatan berwarna cerah serta rumah-rumah kayu langsung menarik perhatian National Geographic Indonesia saat menginjakkan kaki ke Selatpanjang. Inilah kota persinggahan bagi pengguna ferry dari Pekanbaru yang akan bepergian ke Johor (Malaysia) dan Singapura, juga beberapa destinasi di wilayah Tanah Air kita, seperti Batam, Bintan serta Kepulauan Riau (Kepri).

National Geographic Indonesia datang atas undangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Riau. Dengan acara utama Bokor Festival II yang berlangsung di Desa Bokor, sekitar 15 menit perjalanan lewat muara dari Selatpanjang. Namun, berjalan-jalan ke kota kecil ini sendiri pantang dilewatkan.

M. Ery Sandy, Kepala Seksi Pengembangan Pasar Disbudpar Provinsi Riau mengungkap, Selatpanjang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Memperkuat peran Bokor dengan agenda tahunan pesta rakyat yang menampilkan seni tari, musik, teater serta olah raga yang diadaptasi dari keseharian masyarakat setempat.  

Salah satu kegiatan menarik untuk penyuka wisata kuliner selagi berada di Selatpanjang adalah mencicipi hasil kekayaan laut. Bermacam seafood dapat dicoba di sini, utamanya kerang hijau, kerang batik, kepiting, udang dan ikan. Salah satu tempat makan terkenal adalah pujasera Jumbo.

Selain menawarkan hidangan serba laut, termasuk bihun goreng seafood nan pedas yang dicoba National Geographic Indonesia. Tempat ini juga menawarkan pemandangan matahari terbenam di garis cakrawala.

Tidak jauh dari sini, terdapat Vihara Sejahtera Sakti atau Tua Pe Kong, tempat peribadatan kaum Tionghoa yang dibangun sekitar 1868. Juga sebuah pasar tradisional, terkenal sebagai “Pasar Serampangan”. Di tempat ini para pengunjung dapat berbelanja mi sagu khas Selatpanjang dan sekitarnya, untuk diolah lebih lanjut menjadi mi goreng tabur ikan bilis (teri).

Jangan lupakan pula, berkeliling kota menggunakan becak motor. Untuk menikmati bangunan-bangunan autentik serta beberapa kelenteng di seputar kota yang melahirkan atmosfer betapa kentalnya silang budaya antara Tionghoa dan Melayu di Selatpanjang.

Papua terkenal sebagai daerah yang memiliki banyak pegunungan. Itulah sebabnya banyak wilayah di Papua yang sulit dijangkau melalui jalur darat karena medan yang berat. Salah satu kabupaten di Papua yang paling terkenal karena wilayah pegunungannya adalah Kabupaten Puncak Jaya. Di Kabupaten Puncak Jaya ini terdapat sebuah distrik yang terkenal sebagai kota tertinggi di Indonesia. Distrik itu bernama Kota Mulia.

Distrik Kota Mulia memiliki daratan seluas 883 km². Jumlah penduduknya kurang lebih sekitar 25 ribu jiwa. Kota ini memiliki ketinggian yang mencapai 2.448 meter dari permukaan laut. Karena lokasinya yang tinggi dan berada tidak jauh dari Pegunungan Jaya Wijaya, membuat suhu udara di sana begitu dingin. Apalagi curah hujan di kawasan Kota Mulia ini hampir terjadi sepanjang tahun.

Pada malam hari, suhu udara di Kota Mulia rata-rata mencapai 9 derajat celcius. Bahkan suhu udara di Kota Mulia pada waktu-waktu tertentu bisa mencapai titik beku. Tentunya bagi sebagian orang Indonesia merupakan hal yang sulit untuk bisa menyesuaikan diri tinggal di Kota Mulia yang begitu dingin. Sementara pada siang hari, suhu normal di kota ini berkisar antara 15-20 derajat celcius. Suhu tersebut tentu masih dingin bagi sebagian besar orang Indonesia. Mayoritas daerah di Indonesia memiliki suhu yang melebihi 30 derajat celcius. Itulah sebabnya Kota Mulia disebut sebagai kota paling dingin di Indonesia.

Kota Mulia (foto : ediginting.com)

Posisi Kota Mulia yang berada daerah pegunungan, membuatnya hanya dapat dijangkau melalui jalur udara dan darat. Melalui jalur udara, Kota Mulia hanya dapat dijangkau dengan menggunakan pesawat kecil jenis Caravan. Pesawat ini hanya mampu menampung penumpang maksimal sebanyak 9 orang. Melalui Kota Jayapura, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk dapat mencapai Kota Mulia via jalur udara. Sebelum mendarat di Kota Mulia, pesawat harus melewati sela-sela gunung karena posisi Kota Mulia yang berada di daerah lembah pegunungan.

Sementara via jalur darat, medannya lebih ekstrim lagi. Harus melewati jalanan tanah dan berbatu. Selain itu melewati kawasan-kawasan perbukitan yang dipinggirnya banyak terdapat jurang yang dalam.

Meski berada di lokasi yang cukup terpencil, arus modernisasi sudah mulai terlihat di Kota Mulia. Berbagai fasilitas publik sudah dapat dinikmati di kota ini seperti rumah sakit, sekolah, tempat ibadah dan berbagai fasilitas publik lainnya. Di kota ini juga telah terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) untuk memenuhi kebutuhan penduduk di sana.

Badan Pengusahaan (BP) Batam menyebutkan bahwa pada 2023 akan dibangun proyek Light Rail Transit (LRT) dengan total panjang 55,47 kilometer (km).

Deputi Perencanaan dan Pengembangan BP Batam Yusmar Anggadinata mengatakan proyek LRT Batam bakal membutuhkan investasi sebesar Rp 12,9 triliun.

"Total biayanya Rap 12,9 triliun," kata Angga di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Angga mengatakan LRT Batam akan menghubungkan Batam Centre ke Tanjung Uncang melalui Muka Kuning dan dari Batu Ampar ke Bandara Internasional Hang Nadim.

"Jadi dia akan gitu, dia akan menghubungkan beberapa daerah itu bisa berkembang selain untuk transportasi publik," ujar dia.

Mengenai skema pendanaan akan ditempuh melalui Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Mengutip masterplan Masterplan Batam, target konstruksi LRT Batam ditargetkan pada 2023 dan target beroperasinya 2025.

Dari total panjang 55,47 km, terdiri dari dua tahap. Ruas pertama Batam Centre-Tanjung Ucang dengan panjang 27,93 km, kereta yang dibutuhkan sebanyak empat rangkaian, dan akan tersedia 19 stasiun.

Ruas kedua Batu Ampar-Bandara Hang Nadim dengan panjang 27,93 km. Dibutuhkan empat rangkaian kereta, dan terdapat 25 stasiun.

Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang terpilih sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Untuk membantu kelancaran penyelenggaraan Asian Games di Indonesia, ditunjuklah Kota Palembang sebagai tuan rumah untuk mendampingi Kota Jakarta yang merupakan main host (tuan rumah utama). Sampai saat ini berbagai pembangunan infrastruktur terus digenjot di Kota Palembang. Salah satunya adalah pembangunan LRT (Light Rail Transit).

Pembangunan LRT di Kota Palembang telah berlangsung lebih dari dua tahun. tentunya dalam selang waktu tersebut, Pembangunan LRT Palembang telah mengalami perkembangan yang pesat. Saat ini perkembangan pembangunan LRT Palembang kira-kira telah mencapai lebih dari 80%. Pemasangan rel keseluruhan diharapkan akan rampung pada Pebruari 2018.

Perkembangan Pembangunan LRT Palembang di sekitar Jembatan Ampera (foto : @adrianfajri)

Gambar diatas merupakan pemandangan salah satu stasiun LRT Palembang, yaitu Stasiun Jembatan Ampera. Di zona ini terdapat salah satu tantangan terberat dalam membangun LRT Palembang. Jalur LRT di zona ini harus melintasi sungai musi dan posisinya persis berada di samping Jembatan Ampera. Untuk itulah pembangunan tiang-tiang LRT harus dibuat persis sejajar dengan  tiang-tiang jembatan ampera, sehingga tidak mengganggu lalu lintas kapal. Bentangan jalur LRT yang melintasi Sungai Musi ini telah tersambung semuanya.

Jalur LRT Palembang telah bisa dilalui oleh kerata lori (foto : republika.co.id)

Seperti yang dibahas sebelumnya, pemasangan rel keseluruhan LRT Palembang ini diharapkan rampung pada Pebruari 2018. Namun saat ini sudah ada  jalur rel yang telah bisa dilalui oleh kereta. Hanya saja baru kereta lori saja yang bisa melintasi LRT Palembang ini.

Perkembangan pembangunan stasiun LRT Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (foto : @baka_neko_baka)

Salah satu keunggulan LRT Palembang ini adalah memiliki stasiun yang terintegrasi dengan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. Antara stasiun dengan terminal bandara akan dihubungkan dengan skybridge. Saat ini stasiun bandara dan skybridge yang akan menghubungkan stasiun dengan terminal bandara masih dalam tahap pembangunan.

Stasiun JSC (foto : @lrtsumselofficial)

Gambar diatas merupakan perkembangan pembangunan salah satu stasiun LRT Palembang. Tepatnya merupakan perkembangan pembangunan Stasiun JSC (Jakabaring Sport City). Terlihat pada gambar diatas bahwa sudah mulai dipasang eskalator untuk Stasiun JSC.


Itulah sekilas informasi tentang perkembangan pembangunan LRT Palembang. Sekedar informasi, LRT Palembang ini memiliki jalur dengan panjang total 24,5 km. Jalur LRT ini menghubungkan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dengan Jakabaring Sport City (JSC). LRT Palembang ini nantinya akan memiliki 13 stasiun.
Guna menunjang perkembangan trem di kota Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendatangkan 8 bus trunk merk Mercedes, Jumat (29/12/2017).
Bus ini sendiri memiliki panjang 12 meter dan lebar 2,4 meter dengan kapasitas 67 seat penumpang yang dibeli dengan harga Rp 2,4 miliar per unitnya.
Eksterior bus trunk Surabaya (foto : surabaya.go.id)

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama satuan kerja perangkat dinas (SKPD) terkait langsung mencoba armada dengan nama Suroboyo bus tersebut dari Balai Kota menuju jembatan Suroboyo di Kenjeran.
“Bus ini memiliki peralatan yang lengkap agar membuat warga Surabaya nyaman saat menaikinya,” kata Tri Rismaharini kepada wartawan.
Peralatan yang dimaksud adalah seperti desain bus khususnya di bagian dalamnya memiliki fasilitas LED untuk informasi, full AC, serta tempat duduk yang terpisah antara wanita dengan pria. “Bahkan ada juga tempat duduk untuk ibu hamil dan difabel serta suspensi yang dinaik turunkan agar mereka mudah menaikinya,” terusnya.
Selain itu, bus ini juga dilengkapi dengan 12 CCTV yang bisa memantau langsung gerak gerik penumpang selama perjalanan. Nantinya, bus ini dijadwalkan akan melayani penumpang dengan tujuan Purabaya Bungurasih dan Joyoboyo. Kedepannya, akan melintas di Tunjungan Siola.
Interior bus trunk Surabaya ( foto : lensaindonesia.com)
Bus Suroboyo ini sendiri juga memiliki teknologi panic button dimana ketika ada kebakaran, sekali ditombol secara otomatis pintu akan terbuka, aki serta mesin secara otomatis juga akan mati.
“Armada ini juga terkoneksi langsung dengan Surabaya Intelejen Transportasi System (SiTS) langsung, jika bus mendekati traffic light maka lampu hijau akan menyala jadi angkutan ini bebas hambatan,” bebernya.
Padang Panjang adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Sumatera Barat. Kota ini berada di dataran tinggi dengan ketinggan antara 650 sampai 850 meter. Lokasinya di kawasan pegunungan yang berhawa sejuk. Suhu minimum kota ini adalah 21,8 C dan suhu maksimumnya adalah 26,1 C dengan curah hujan yang cukup tinggi. Kota Padang Panjang memiliki curah hujan rata-rata 3.295 mm/tahun. Itulah sebabnya kota ini dijuluki juga dengan sebutan Kota Hujan. 

Gerbang selamat datang di Kota Padang Panjang (foto : flickr.com)

Populasi Kota Padang Panjang berdasarkan data tahun 2014 adalah 49.451 jiwa. Dengan demikian, Padang Panjang memegang status sebagai kota dengan populasi terkecil di Provinsi Sumatera Barat dan masuk dalam jajaran tiga besar kota dengan populasi terkecil di Indonesia. Bukan saja populasinya yang kecil, Kota Padang Panjang juga memiliki wilayah yang mungil. Luas wilayah kota Padang Panjang hanya 23 km². Bahkan Kota Panjang Panjang hanya terdiri dari 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Padang Panjang Barat dan Kecamatan Padang Panjang Timur. 

Nuansa berasaskan Islam sangat kental dengan kota ini. Itulah sebabnya kota Padang Panjang terkenal dengan julukan Serambi Mekah. Berbagai lembaga pendidikan yang berbasis agama Islam sangat mudah dijumpai di kota ini. Salah satunya adalah Sumatera Thawalib yang merupakan sekolah agama Islam paling populer di Indonesia. Selain Sumatera Thawalib, masih ada sejumlah sekolah agama Islam populer lainnya di Padang Panjang. Diantaranya adalah Perguruan Diniyah Putri dan Pesantren Terpadu Serambi Mekkah. 

Sekolah Sumatera Thawalib (foto : suhefriandi.blogspot.com)

Padang Panjang merupakan salah satu kota terpenting di Provinsi Sumatera Barat karena posisinya yang strategis. Kota ini berada pada jalur silang yang terhubung dengan jalur lintas Sumatera. Kota ini menjadi penghubung antara Kota Padang dengan Kota Bukittinggi. Selain itu juga menghubungkan dua kota tersebut dengan Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok dan Kota Solok. Pada masa pemerintahan Kolonial Belanda, kota ini merupakan pertemuan antara jalur kereta api dari Kota Bukittinggi dan dari Kabupaten Solok yang akan menuju Kota Padang atau sebaliknya. Pertemuan jalur kereta api tersebut terdapat di Stasiun Padang Panjang.

Stasiun Padang Panjang tempo dulu (foto : indonesieverleden.blogspot.com)

Bila dilihat berdasarkan potensi daerah, Padang Panjang tergolong kota yang biasa-biasa saja. Tidak banyak potensi daerah yang dapat digali dari Kota Padang Panjang. Apalagi mayoritas daratan Kota Panjang merupakan kawasan pebukitan curam yang sulit untuk dikembangkan sebagai kawasan perkotaan. Maka dari itu, Pemerintah Kota Panjang mencoba memaksimalkan sektor perdagangan dan jasa dengan mamanfaatkan posisi Kota Padang Panjang yang strategis. Selain itu sektor pariwisata juga terus digiatkan di kota ini. Di Kota Panjang terdapat salah satu destinasi wisata paling terkenal di Sumatera Barat yang bernama Minang Fantasi (Mifan). 

Minang Fantasi (foto : juragangelang.com)

Salah satu fokus program kerja pemerintahan Jokowi adalah mengembangkan kawasan perbatasan. Hal tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPMN) pemerintahan Jokowi-JK. Tanjung Selor masuk dalam 10 kota yang dikembangkan menjadi Kota Baru Mandiri (KBM).

Tanjung Selor merupakan ibukota dari Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Kalimantan Utara merupakan provinsi termuda di Indonesia untuk saat ini. Dilihat dari populasi, Tanjung Selor masuk dalam kategori kota  kecil. Populasi kota ini berdasarkan data tahun 2016 adalah 54.460 jiwa. 

Pengembangan Kota Tanjung Selor mendapat dukungan penuh dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kementrian PUPR berperan dalam pengembangan infrastruktur di Kota Tanjung. 

"Akan masuk investasi besar ke sini di sektor pembangkit listrik tenaga air mengingat besarnya potensi yang dimiliki Kalimantan Utara. Tadi saya sudah tanya kepada Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati Bulungan, sudah disiapkan 11 ribu hektar," kata Presiden Jokowi dalam keterangan resmi seperti dikutip detikFinance, Kamis (12/10/2017). 

Kota Tanjung Selor (foto : jawapos.com)

Guna mendukung kelancaran pergerakan orang dan barang dari dan ke Kota Tanjung Selor, Kementerian PUPR membangun jalan dan jembatan sebagai pembentuk struktur ruang kota. Di antaranya pembangunan jalan yang menghubungkan Tanjung Selor ke arah Tanjung Palas sepanjang 34,82 km yang telah dilakukan sejak tahun 2014 dan ditarget selesai pada tahun 2017. 

Pembangunan jalan lainnya pada ruas Tanjung Palas-Sekatak sepanjang 65,13 km menuju Kabupaten Malinau. Jalan tersebut berfungsi sebagai akses menuju perbatasan yang dibangun dengan anggaran tahun jamak 2017-2019 sebesar Rp 165,3 miliar. 


Dalam penyediaan air baku, pemerintah juga tengah menyelesaikan pembangunan Embung Tanjung Agung seluas 2,1 hektar dengan anggaran Rp 49 miliar. Embung multifungsi ini memiliki manfaat sebagai pengendali banjir dan pemenuhan kebutuhan air baku di Tanjung Selor dengan kapasitas tampung 61.430 meter kubik yang bersumber dari Sungai Kayan. Embung air baku ini nantinya bisa memenuhi kebutuhan 1.600 sambungan rumah (SR) atau 8.000 jiwa. 


Kebutuhan air di Tanjung Selor saat ini memanfaatkan instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) Sabanar Lama dengan kapasitas 20 liter/detik yang dibangun dengan anggaran Rp 7,15 miliar. Selanjutnya pada tahun 2017, tengah dibangun IPA Gunung Seriang dengan volume 50 liter/detik dengan anggaran Rp 9,3 miliar dimana progresnya mencapai 95 persen.


Selain itu, kawasan permukiman baru juga tengah dikerjakan, berupa pekerjaan perkerasan jalan di Gang Sekumpul dan Gang Jambu, serta pembangunan taman sebagai ruang terbuka hijau (RTH) di tepi Sungai Kayan. Taman yang nantinya akan menjadi ikon Kota Tanjung Selor ini progresnya sudah mencapai 35% dan ditargetkan selesai pada akhir 2017 dengan anggaran Rp 14,6 miliar.


"Pekerjaan taman harus dikerjakan serius dengan sentuhan nilai. Begitu pula kualitas tanaman dan pohonnya harus dipilih yang terbaik dan ditanam dengan baik pula, karena fasilitas ini akan langsung dirasakan masyarakat," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.


Dalam pembangunan taman, diingatkan pula agar pemadatan tanah dilakukan dengan sempurna karena sebagian kawasan Tanjung Selor merupakan lahan rawa. 


Detik
Bekasi merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia bila dilihat berdasarkan populasi penduduk. Bersama dengan sejumlah daerah lainnya, Bekasi menjadi salah satu daerah yang berstatus sebagai penyangga Kota Jakarta. Secara administarif, Kota Bekasi merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat.

Kota Bekasi (foto : @raflydarmawan77 di instagram)

Populasi Kota Bekasi adalah yang terbesar bila dibandingkan dengan kota-kota lainnya yang juga berstatus sebagai penyangga Kota Jakarta. Bahkan diantara semua kota penyangga atau kota satelit yang ada di Indonesia, populasi Kota Bekasi adalah yang terbesar. Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS (Badan Pusat Statistik), jumlah penduduk Kota Bekasi untuk tahun 2015 mencapai 2.733.240 jiwa. Jumlah tersebut telah melampui populasi dari Kota Bandung. Seperti yang kita ketahui, Bandung selama ini dikenal sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Kota Jakarta dan Kota Surabaya.

Berdasarkan data dari BPS, Kota Bandung memiliki populasi sebesar 2.481.469 jiwa untuk tahun 2015. Masih lebih banyak jumlah penduduk Kota Bekasi, yakni sekitar 251.771 jiwa. Bila data yang dirilis oleh BPS tersebut tidaklah keliru, maka untuk saat ini Bekasi memegang status sebagai kota terbesar di Provinsi Jawa Barat dalam hal jumlah penduduk. Serta menggantikan posisi Kota Bandung sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia.

Bagi yang masih meragukan informasi diatas, silahkan di cek langsung ke situs BPS masing-masing kota. Dibawah ini merupakan link situs BPS dari masing-masing kota.

BPS Kota Bandung
BPS Kota Bekasi
Bandung merupakan salah satu kota terpenting di Indonesia. Bersama dengan Jakarta dan Surabaya, Kota Bandung berada dalam jajaran kota-kota yang berasal dari Indonesia yang masuk dalam kategori kota global. Kota ini dikenal sebagai kota pendidikan utama di Indonesia. Selain sebagai kota pendidikan, Bandung juga dikenal sebagai pusat industri kreatif.

Banyak perusahaan-perusahaan berbasis teknologi yang berinvestasi di Kota Bandung. Tidak terkecuali Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah sendiri memiliki sejumlah Badan Usaha Milik Negara berbasis teknologi tinggi yang disebut BUMNIS (Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis).

Bicara tentang BUMN Industri Strategis, Bandung merupakan rumahnya bagi sejumlah BUMN Industri Strategis. Diantara kota-kota lainnya di Indonesia, Bandung merupakan kota dengan BUMN Industri Strategis paling banyak di Indonesia. Berikut adalah sejumlah BUMN Industri Strategis yang berada di Kota Bandung.

Pindad


Pindad adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor manufaktur yang fokus bergerak dibidang industri militer. Namun selain memproduksi produk militer, Pindad juga memproduksi sejumlah produk untuk keperluan komersil. Saat ini Pindad memiliki karyawan sekitar 3000 orang.

Sudah banyak produk yang dilahirkan oleh Pindad, baik untuk keperluan militer ataupun komersil. Maklum, perusahaan ini sudah berusia cukup tua. Pindad sudah berdiri sejak zaman Hindia Belanda, tepatnya sejak tahun 1808. Beberapa produk buatan Pindad antara lain panser Anoa, rantis Komodo, senapan serbu SS2, ekskavator Excava 200, dan sejumlah komponen untuk keperluan industri dan jasa.

Dirgantara Indonesia


Dirgantara Indonesia adalah BUMN yang bergerak dibidang produksi pesawat terbang. Dirgantara Indonesia satu-satunya perusahaan di Asia Tenggara yang memproduksi pesawat terbang. Dulu Dirgantara Indonesia dikenal dengan nama IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara).

Produk-produk pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia tidak hanya dibuat untuk kebutuhan dalam negeri, namun banyak juga yang diekspor. CN-235 merupakan pesawat terlaris buatan PT Dirgantara Indonesia. Baru-baru ini PT Dirgantara Indonesia juga telah berhasil melahirkan produk terbarunya yang diberi nama N-219.

Len Industri


Len Industri merupakan perusahaan milik pemerintah yang bergerak dibidang industri elektronik. Berbagai produk yang berkaitan dengan bidang elektronik telah berhasil diciptakan oleh Len Industri. Diantaranya adalah sistem persinyalan untuk kereta api, alat komunikasi militer dan panel surya.

INTI


INTI adalah BUMN yang fokus bergerak dibidang telekomunikasi. INTI sendiri merupakan singkatan dari Industri Telekomunikasi Indonesia. Dalam perkembangannya, PT INTI telah mengalami perubahan orientasi bisnis. Dulu INTI merupakan sebuah perusahaan manufaktur murni. Namun sekarang menjadi sebuah industri yang berbasis solusi kesisteman.
Selama ini Kalimantan terkenal sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia yang tertinggal dalam hal pembangunan. Alasan yang menyebabkan munculnya pemikiran demikian adalah karena Kalimantan identik dengan kawasan perhutanan. Maklum, Kalimantan memiliki daerah yang sangat luas, sementara populasinya sedikit. Hal ini menyebabkan pembukaan lahan baru untuk pemukiman di Pulau Kalimantan tidak semasif di Pulau Jawa ataupun Pulau Sumatera. Namun kecilnya populasi bukan berarti Pulau Kalimantan bebas dari pembabatan kawasan perhutanan. Hutan-hutan di Kalimantan juga terancam keberadaannya akibat pembukaan kawasan perkebunan secara besar-besaran, terutama perkebunan sawit.

Melalui tulisan ini saya ingin menunjukan bahwa Pulau Kalimantan tidaklah tertinggal seperti yang dibayangkan. Salah satunya dapat kita lihat berdasarkan kondisi kawasan perkotaan yang berada di sana. Contohnya adalah Kota Balikpapan. Kota Balikpapan merupakan pintu gerbang utama Pulau Kalimantan. Kota yang dijuluki dengan sebutan Kota Minyak ini terkenal sebagai salah satu kota dengan standar hidup tertinggi di Indonesia. Makanya Balikpapan beberapa kali meraih predikat sebagai kota paling layak huni di Indonesia. Kota ini merupakan salah satu kota dengan pendapatan per kapita tertinggi di Indonesia. Penopang utama perekonomian Kota Balikpapan adalah sektor tambang, khusunya migas.

Kota Balikpapan (foto : chaztumbelaka)

Mungkin banyak yang kurang setuju bila Balikpapan dijadikan contoh, sebab kota tersebut merupakan kota yang kaya akan sumber daya alam. Jadi kita coba megambil contoh kota lainnya yang bukanlah kota yang kaya akan sumber daya alam (SDA). Kota tersebut adalah Kota Banjarmasin. Banjarmasin sendiri merupakan salah satu kota terbesar di Pulau Kalimantan dan satu-satunya kota yang menerapkan konsep area metropolitan di Pulau Kalimantan. Banjarmasin memiliki area metropolitan yang dikenal dengan sebutan Banjar Bakula. Area Metropolitan Banjar Bakula terdiri dari Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, sebagian kecamatan di Kabupaten Banjar, sebagian kecamatan di Kabupaten Barito Kuala dan sebagian kecamatan di Kabupaten Tanah Laut.

Banjarmasin sendiri merupakan pintu gerbang utama pulau Kalimantan setelah kota Balikpapan. Selain Banjarmasin dan Balikpapan, masih ada Kota Samarinda dan Pontianak yang menjadi bukti bahwa kota-kota di Pulau Kalimantan tidak begitu tertinggal seperti yang dibayangkan.

Peta Banjar Bakula (foto : wikipedia.org)

Sama halnya seperti Balikpapan, Samarinda merupakan kota yang berada di Provinsi Kalimantan Timur. Kota ini dialiri oleh Sungai Mahakam yang memiliki peranan besar dalam perekonomian Kota Samarinda. Melalui Sungai Mahakam ini, sektor perdangan di Kota Samarinda menjadi lebih hidup. Apalagi Balikpapan berstatus sebagai ibukota dari Provinsi Kalimantan Timur yang notabene merupakan provinsi terkaya di Pulau Kalimantan.

Secara umum perekonomian Kota Samarinda memang masih berada dibawah Kota Balikpapan. Namun Kota Samarinda terus menunjukan perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun belakangan ini. Contohnya dapat dilihat dari kehadiran hotel-hotel dan pusat-pusat perbelanjaan baru yang hadir di Kota Samarinda. Selain itu infrastruktur di kota ini juga terus dibenahi

Bandara Samarnda Baru, salah satu proyek infrastruktur yang sedang dibangun di Kota Samarinda (foto : flickr)

Selanjutnya ada Kota Pontianak. Secara perekonomian, Pontianak memang relatif kecil bila dibandingkan dengan 3 kota lainnya yang kita bahas sebelumnya. Namun Kota Pontianak terus menunjukan perkembangan pembangunan yang cukup signifikan. Salah satunya adalah pembenahan kawasan pinggiran Sungai Kapuas yang merupakan urat nadi perekonomian Kota Pontianak. Pemerintah Kota Pontianak fokus untuk menjadikan Pontianak sebagai sebuah waterfront city. Waterfront city Pontianak tersebut disebut-sebut tidak kalah keren bila dibandingkan waterfront city Kota Kuching, Malaysia.
Jayapura merupakan kota terbesar di Pulau Papua. Kota ini adalah ibukota dari provinsi Papua, Indonesia. Berdasarkan data tahun 2014, Kota Jayapura memiliki populasi yang mencapai 315.872 jiwa. Sementara luas wilayah Kota Jayapura adalah 940 km persegi. Dilihat dari letak geografisnya, Kota Jayapura merupakan kota paling timur diantara kota-kota otonom lainnya yang ada di Indonesia. Kota Jayapura berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini disebelah barat.

Ketika pertama kali didirikan, Kota Jayapura dikenal denan nama Hollandia. F.J.P Sachses yang berasal dari Kerajaan Belanda merupakan orang yang berperan dalam lahirnya Kota Jayapura. Kota Jayapura menggunakan nama Hollandia dari tahun 1910 sampai 1962. Setelah itu, kota ini juga sempat menggunakan nama Kota Baru dan Sukarnopura, sebelum akhirnya pada tahun 1968 menggunakan nama Jayapura hingga saat ini. Secara harfiah, istilah Jayapura berarti 'Kota Kemenangan'.

Selama ini banyak yang menganggap bahwa Jayapura adalah kota yang miskin. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Dilihat berdasarkan pendapatan per kapita, Jayapura bukanlah kota yang miskin. Kota Jayapura memiliki pendapatan per kapita yang mencapai 76 juta rupiah. Jauh diatas pendapatan per kapita nasional yang hanya 41 juta rupiah. Bahkan untuk kawasan Indonesia timur, Jayapura merupakan kota dengan pendapatan per kapita tertinggi.

Kota Jayapura memiliki topografi yang bervariasi. Disamping memiliki dataran rendah dan pantai, Kota Jayapura juga memiliki perbukitan dan gunung. Kondisi tersebut menjadikan Kota Jayapura memiliki bentang alam yang indah. Salah satu tempat terbaik untuk menikmati indahnya pemandangan Kota Jayapura adalah dari Bukit Jayapura City. Penduduk setempat sering menyebut lokasi ini dengan sebutan Jayapurawood. Dari bukit ini kita dapat menikmati pemandangan hampir keseluruhan Kota Jayapura. Di tambah lagi kita dapat menikmati keindahan laut dan pulau-pulau kecil yang berada disekitar Kota Jayapura.

Kota Jayapura dari Bukit Jayapura City (foto : ceritangela.blogspot.co.id)

Bukit Jayapura City ini berada di daerah Pulimak. Bila menggunakan kendaraan, dibutuhkan waktu sekitar 20 menit dari pusat Kota Jayapura untuk mencapai bukit tersebut. Bukit ini merupakan salah satu titik tertinggi dari Kota Jayapura. Tidak heran bila di Bukit Jayapura City ini banyak dijumpai tiang-tiang pemancar. Pada dasarnya, bukit ini bukanlah sebuah objek wisata resmi. Hanya saja, Bukit Jayapura City ini menjanjikan pemandangan indah Kota Jayapura. Jadi walaupun bukan sebuah objek wisata resmi, Bukit Jayapura City merupakan salah satu destinasi yang wajib untuk dikunjungi di Kota Jayapura.

Jayapura merupakan salah satu kota berkonsep waterfront city di Indonesia. Sebagai sebuah waterfront city, banyak pusat-pusat perniagaan dan hotel di Kota Jayapura yang dibangun dekat dengan bibir pantai. Pesona Kota Jayapura sebagai sebuah waterfront city juga semakin lengkap dengan terdapatnya beberapa pantai yang indah di sana. Diantaranya adalah Pantai Bosnik dan Pantai Amai.

Waterfront City Jayapura (foto : flickr.com)

Kota Palangraya pasti sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Setiap kali ada wacana pemindahan Ibukota Indonesia, kota ini pasti sering kali disebut pakai calon utama pegganti Kota Jakarta sebagai Ibukota Indonesia. Hal tersebut sebenarnya bukan tanpa alasan. Di masa pemerintah Presiden Soekarno, Kota Palangkaraya memang akan dijadikan sebagai ibukota baru Indonesia pengganti Kota Jakarta. Bahkan bukan cuma sebatas wacana, namun berbagai langkah konkritpun telah dilakukan.

Kota Palangkaraya (Foto : Skyscrapercity.com)

Pemerintahan Soekarno telah meyakini bahwa di masa depan akan terjadi lonjakan penduduk yang tak terkendali di Pulau Jawa, sehingga akhirnya memunculkan wacana untuk memindahkan ibukota Indonesia ke luar Pulau Jawa. Ada beberapa alasan mengapa Kota Palangkaraya dipilih sebagai ibukota baru Indonesia. Kota ini berada di tengah Pulau Kalimantan yang merupakan pulau terbesar di Indonesia. Selain itu, Kota Palangkaraya juga memiliki potensi dari Sungai Kahayan, layaknya seperti Sungai Ciliwung yang membelah Kota Jakarta. Soekarno telah menetapkan larangan membangun pemukiman di sekitar Sungai Kahayan. Soekarno berharap hanya taman-taman saja yang boleh dibangun di Sungai Kahayan, sehingga akan menyuguhkan pemandangan yang indah bagi orang-orang yang melewatinya. Selain untuk menunjang pariwisata, tata Kota Palangkaraya memang direncakan akan memadukan transportasi darat dan sungai.

Ayunan kapak Presiden Soekarno pada sebilah kayu di Pahandut, Kampung Dayak, di jantung Kalimantan menandai awal pembangunan Kota Palangkaraya. Peristiwa itu terjadi pada 17 Juli 1957. Sebagai sebuah kota yang baru dibangun, konsep Kota Palangkaraya dirancang secara matang. Ada pengelompokan zona yang memisahkan pusat pemerintahan, komersial dan pemukiman. Sebuah jalan daratpun juga dibangun yang menghubungkan Pusat Kota Palangkarya menuju ke arah Sampit. Jalan tersebut yang saat ini dikenal dengan sebutan Jalan Rusia. Saat ini kondisi jalan tersebut masih mulus meski telah berumur puluhan tahun.

Jalan Rusia ini dirancang oleh insinyur-insinyur yang didatangkan dari Rusia. Itu sebabnya mengapa jalan tersebut diberi nama Jalan Rusia. Pembangunan jalan ini dengan cara mengeruk lahan gambut kemudian diisi dengan batu, pasir dan tanah padat. Itulah sebabnya mengapa Jalan Rusia ini bisa bertahan sangat lama. Rencananya jalan ini akan dibangun sepanjang 175 km yang menghubungkan Parenggean, Sampit dan Pelabuhan Pangkalan Bun. Namun hanya sekitar 34 km pondasi Jalan Rusia yang selesai dibangun. Peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang memicu pergantian kekuasaan di Indonesia membuat proyek ini terhenti. Pergantian kekuasaan membuat orang-orang Rusia bergegas meninggalkan Indonesia. Bahkan orang-orang Indonesia yang terlibat pada pembangunan Jalan Rusia ini menyembunyikan jati diri karena rasa takut terhadap pemerintah yang baru. Maklum, pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto sangat anti dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan Orde Lama.

Cita-cita Soekarno yang ingin memiliki ibukota baru menjadi pupus karena runtuhnya rezim yang dia pimpin. Seandainya Rezim Soekarno bisa bertahan lebih lama, tentu saat ini Palangkaraya telah menjadi Ibukota Indonesia. Pembangunan Indonesia juga tidak hanya terpusat di Pulau Jawa seperti yang terjadi sekarang ini.



Di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, terdapat kampung yang disebut sebagai kampung Korea. Di kampung tersebut, semua nama jalan memiliki aksara hangeul dari bahasa Korea.

Kampung Korea tersebut berada di Kecamatan Sorawolio, jalan poros dari Kota Baubau menuju Kabupaten Buton. Penduduk kampung tersebut didominasi oleh Suku Laporo dengan bahasa daerah cia-cia.

Siapa sangka, bahasa cia-cia Laporo rupanya mempunyai persamaan dengan aksara hangeul atau bahasa Korea. Menurut Tetua Adat Laporo Bugi, Djunudin, orang Korea melakukan penelitian dengan bahasa cia-cia Laporo. Usai sebelas tahun penelitian, para peneliti Korea mengatakan ada sedikit persamaan bahasa antra cia-cia Laporo dengan aksara hangeul.

“Ada sedikit persamaan bahasa antara bahasa cia-cia dengan bahasa Korea. Seperti nama perabot dapur dan lahan pertanian sebutannya juga hampir sama,” kata Djunudin, Kamis (6/4/2017).

Pada tahun 2009, dalam simposium persamaan bahasa, pemerintah Kota Baubau menerima aksara hangeul sebagai aksara penulisan cia-cia. Semua nama jalan di Kecamatan Sorawolio terdapat aksara hangeul dengan arti bahasa cia-cia.

Selain itu, penulisan aksara hangeul masuk juga dalam kurikulum mata pelajaran di sekolah. Mohamad Rasyid selaku guru di Sekolah Dasar Negeri Bugi mengatakan bahwa penulisan aksara hangeul mulai dipelajari di sekolah di pada 2013. Siswa-siswi diajari cara penulisan aksara hangeul dengan pengucapan bahasa cia-cia.

“Kami ajari bahasa cia-cia, penulisannya menggunakan aksara hangeul yang diadopsi menjadi aksara cia-cia. Bahasa cia-cia tidak punya aksara dan dicocokkan dengan aksara hangeoul ternyata pas,” ujar Rasyid.

Satu per satu siswa Sekolah Dasar Negeri Bugi dengan lincah menulis di papan tulis dengan menggunakan aksara hangeul.

“Pelajaran bahasa hangeul di sekolah untuk meningkatkan bahasa cia-cia, jangan sampai generasi ke depannya sudah tidak lagi menggunakan bahasa cia-cia,” ucapnya.

Bagi anda yang penasaran dengan kampung Korea, bisa berkunjung langsung di Kecamatan Sorawolio. Jaraknya hanya sekitar 15 kilometer dari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Sumber : Kompas.com
Batam adalah kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. Kota ini merupakan salah satu kota terpenting di Indonesia karena posisinya yang strategis. Kota Batam berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Berkat lokasinya yang strategis tersebut, membuat pemerintah Indonesia memberikan berbagai keistimewaan terhadap Kota Batam. Salah satunya dengan menetapkan Kota Batam sebagai kawasan perdagangan bebas. Dengan demikian, diharapkan Kota Batam dapat menjadi salah satu kota yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.

Namun sayangnya semua harapan tersebut masih jauh dari kenyataan. Padahal ketika pertama kali pemerintah Indonesia mengembangkan Kota Batam pada dekade 1970-an, Kota Batam direncakan dapat menjadi Singapura-nya Indonesia. Makanya berbagai infrastruktur besar dibangun di Kota Batam. Contohnya Jembatan Barelang yang merupakan salah satu jembatan terpanjang di Indonesia dan Bandara Internasional Hang Nadim yang merupakan bandara dengan landasan pacu terpanjang di Indonesia. Namun akhirnya pengembangan Kota Batam malah jalan di tempat. Sekarang jangankan dengan Singapura, dengan Johor Bahru saja Batam masih kalah saing. Padahal Kota Batam jauh lebih dulu berkembang dibandingkan Johor Bahru.

Foto : Bpbatam.go.id

Salah satu alasan mengapa perkembangan Kota Batam tidak sesuai harapan adalah karena adanya dualisme kepemimpinan. Pemerintah Indonesia ingin mengurus sendiri Kota Batam dengan membentuk Badan Pengusahaan (BP) Batam. Sementara di luar itu, Batam juga memiliki Pemerintahan Kota yang sah. Jadi, sebelum pemerintah mengambil langkah lebih jauh, harusnya selesaikan terlebih dahulu dualisme kepemimpinan di Kota Batam sehingga tidak ada kejadian saling tindih kepentingan.

Meski Kota Batam masih jauh dari harapan, namun kota ini masih menjadi salah satu kota dengan perkembangan perekonomian terpesat di Indonesia. Potensi ekonomi Kota Batam memang besar. Diantaranya ditopang oleh sektor industri, perdagangan dan jasa. Kota Batam juga masuk dalam daftar 3 besar daerah sebagai pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. Jadi kalau kita bicara potensi, Batam memang memiliki potensi yang besar. Tinggal bagaimana cara Pemerintah Indonesia untuk memaksimalkan semua potensi yang ada. Salah satunya mungkin dengan cara meningkatkan konektivitas dengan Singapura.

Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, Kota Batam kalah saing bila dibandingkan dengan Johor Bahru. Johor Bahru adalah salah satu kota di Malaysia yang berbatasan langsung dengan Singapura. Saat ini Kota Johor Bahru benar-benar menikmati berkah dari kemajuan Singapura. Pasalnya antara Johor Bahru dan Singapura telah semenjak lama dihubungkan oleh jembatan yang bernama Jalan Penghubung Johor-Singapura. Jadi saat ini Kota Johor Bahru telah berperan layaknya sebagai kota satelit bagi Singapura. Banyak orang Singapura yang kemudian berinvestasi di Johor Bahru, terutama disektor properti.

Kota Johor Bahru yang semakin berkembang pesat (Foto : Flickr.com)

Batam juga harus melakukan hal serupa kalau mau mendapatkan berkah dari kemajuan Singapura. Meskipun untuk membangun jembatan yang menghubungkan Batam dengan Singapura akan membutuhkan anggaran yang lebih besar. Pemerintah Indonesia juga pasti akan berpikir panjang untuk membangun jembatan yang menghubungkan Batam dengan Singapura karena anggaran yang besar tersebut. Padahal kalau jembatan tersebut benar-benar terwujud, Kota Batam tidak akan hanya terhubung dengan Singapura, tetapi juga akan terhubung dengan Malaysia. Anggaran yang besar tersebut akan sebanding dengan apa yang akan diraih oleh Kota Batam.

Selain hal diatas, pembenahan internal juga perlu dilakukan oleh Kota Batam. Batam terkenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia. Sebagai kota industri, salah satu infrastruktur yang dibutuhkan oleh Kota Batam adalah infrastruktur yang menghubungkan kawasan industri dengan pelabuhan. Dengan demikian arus perdangan akan lebih lancar. BP Batam memang sudah ada rencana untuk membangun jalan tol yang menghubungkan Kawasan Industri Muka Kuning dengan Pelabuhan Kargo Batuampar. Namun saat ini masih sebatas wacana.

Kota Batam juga perlu membangun angkutan cepat atau rapid transit. Tidak ada kota maju di dunia yang tidak memiliki angkutan cepat. BP Batam juga sudah pernah mengusulkan wacana ini dengan membangun angkutan cepat jenis LRT (Light Rail Transit). Intinya adalah, Kota Batam perlu mengembangkan infrastruktur yang mampu membuat mobilitas barang dan orang menjadi lebih efesien.

Sebagai penutup saya ingin menyampaikan bahwa inti dari tulisan ini adalah, Pemerintah Indonesia harus melakukan langkah besar kalau ingin memberikan perubahan besar bagi Kota Batam. Kita sangat menghargai cita-cita pemerintah yang ingin memajukan Kota Batam. Namun semua itu sulit dicapai kalau pemerintah tidak berani berkorban lebih besar.

KRL Jabodetabek adalah layanan kereta komuter (commuter line) yang menghubungkan Kota Jakarta dengan daerah-daerah sekitarnya. KRL Jabodebatek memiliki operator dengan nama PT KAI Commuter Jabodetabek. Di Asia Tenggara, KRL Jabodetabek merupakan layanan commuter line terbesar. 

Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Muhammad Nurul Fadhila mengatakan, perusahaan mencatat jumlah penumpang KRL Commuter Line pada Senin (8/5/2017) mencapai 1.014.631 pengguna.
Capaian jumlah penumpang lebih dari 1 juta orang, paparnya juga pernah terjadi pada 5 Mei 2017. Pada saat itu, ungkapnya pengguna KRL Commuter Line mencapai 1.014.696 orang - tertinggi sepanjang sejarah beroperasinya KRL Commuter Line.
"Jumlah 1 juta pengguna ini adalah cerminan kepercayaan dan apresiasi masyarakat Jabodetabek pada PT KCJ yang senantiasa berupaya meningkatkan pelayanan dan kapasitas angkut KRL. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jabodetabek dan para pemangku kepentingan atas dukungannya terhadap transportasi publik, khususnya KRL" ungkap Fadhila, Jakarta, dalam siaran pers kepada Bisnis pada Selasa malam (9/5/2017).
Dia mengatakan, rekor pencapaian jumlah penumpang hingga lebih dari satu juta orang sejalan dengan tren peningkatan jumlah penumpang sejak diberlakukannya jadwal baru KRL pada April 2017.
Selama satu bulan terakhir, ungkapnya tren peningkatan volume penumpang terjadi merata di seluruh stasiun. Adapun rata - rata jumlah penumpang KRL Commuter Line mencapai lebih dari 950.000 orang per hari.
Guna menambah kapasitas angkut, paparnya sejak awal 2016 KCJ mulai menjalankan program perpanjangan rangkaian dengan mengoperasikan KRL yang memiliki formasi 12 kereta (SF12) per rangkaian.
Sejalan dengan itu rangkaian KRL dengan formasi 8 kereta (SF 8) terus dikurangi dengan merangkai ulang sejumlah KRL yang terdiri dari 8 kereta menjadi rangkaian dengan formasi 12 kereta dan 10 kereta.
Sumber : Bisnis

Pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya mengembangkan sektor pariwasata. Salah satunya adalah dengan mengembangkan infrastruktur di sejumlah destinasi wisata andalan. Untuk Provinsi Sumatera Utara, Danau Toba menjadi salah satu destinasi wisata yang menjadi prioritas Pemerintah Indonesia. Demi mendongkrak kunjungan wisatawan ke Danau Toba, Pemerintah terus meningkatkan infrastruktur yang menghubungkan Danau Toba dengan Kota Medan. Maklum, Medan merupakan pintu masuk utama wisatawan ke Sumatera Utara.

Salah satu infrastruktur yang dibangun untuk menghubungkan Medan dan Danau adalah jalur kereta api. Saat ini jalur kereta api dari Kota Medan hanya baru mencapai Kota Siantar. Untuk itu Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Perhubungan akan membangun jalur tambahan dari Kota Siantar ke Parapat di Kabupaten Simalungun. Dengan demikian, Kota Medan dan Danau Toba dapat terhubung langsung dengan jalur kereta api. Menurut VP Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI), Agus Komarudin, perkiraan lama perjalanan dari Kota Medan ke Danau Toba bila menggunakan kereta api adalah sekitar 4,5 jam.

Hitungan lamanya perjalanan dari Medan ke Danau Toba menggunakan kereta api, yakni perbandingan waktu tempuh Kereta Api Siantar Ekspres dari Medan ke Stasiun Siantar yang berjarak 127 kilometer. Sementara dari Siantar ke Parapat berjarak sekitar 30 kilometer. 

"Asumsinya kalau saya tanya orang teknik, dari Siantar sampai ke Parapat itu 35 menit, itu ada hitungan kecepatan kereta dan hitungan teknis lainnya. Jadi kalau dari Medan ke Siantar 4 jam, artinya dari Medan ke Toba pakai kereta api ya sekitar 4,5 jam," jelasnya kepada detikFinance, Jumat (12/5/2017). 

Selama ini, sebagian besar wisatawan maupun penduduk sekitar Danau Toba mengandalkan transportasi darat, baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi, dengan waktu tempuh sekitar 4-5 jam perjalanan. Sementara sebagian lainnya menggunakan pesawat terbang via Bandara Silangit. 

Namun meski lamanya perjalanan hampir sama dengan moda angkutan darat lain, sambungnya, perjalanan dengan kereta api jauh lebih terjamin ketepatan waktunya. Apalagi jalan raya Medan ke Danau Toba kerap macet di beberapa titik pada waktu-waktu tertentu. 

"Hampir sama dengan lama perjalanan pakai darat. Cuma kalau pakai kereta api kan tidak macet. Jadi sudah pasti waktunya kalau pilih kereta api," ujar Agus. 

Kepala Humas Divisi Regional I Sumatera Utara dan Aceh PT Kereta Api Indonesia (KAI), Ilud Siregar, menjelaskan, yang menarik dari jalur dari Stasiun Siantar hingga ke Parapat, yakni pemandangan alam pegunungan yang akan dilintasi rel kereta baru tersebut.

"Kalau tanya pemandangan, itu sangat cantik, karena alamnya pegunungan. Cantik sekali pemandangannya. Apalagi begitu mendekati (Danau) Toba," pungkasnya.


Sumber : Detik
Global city atau kota global merupakan sebutan untuk kota-kota yang dianggap memiliki peranan penting dalam perekonomian global. Beberapa hal yang menjadi faktor agar sebuah kota masuk dalam daftar kota global adalah perekonomian yang besar dan infrastruktur yang memadai. Selain itu tentunya harus menarik sebagai tujuan investasi sehingga banyak perusahaan multinasional yang menanamkan modal di sana.

Indonesia sendiri menempatkan tiga kotanya dalam daftar kota global untuk regional Asia Pasifik. Kota-kota tersebut adalah Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Seperti yang kita ketahui, Jakarta, Surabaya, dan Bandung merupakan tiga kota terbesar di Indonesia. Ketiga kota tersebut juga memiliki porsi terbesar terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia. Kota Jakarta memiliki kontribusi 16,95 persen terhadap PDB Indonesia. Sementara Surabaya dan Bandung masing-masing memiliki kontribusi 3,48 persen dan 1,68 terhadap PDB Indonesia.

Kota Jakarta (Foto : Dailystar.co.uk)

Beberapa negara lainnya di Asia Tenggara juga menempatkan kota-kota mereka dalam daftar kota global. Selain Indonesia, ada negara Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura yang juga memiliki kota global. Thailand diwakili oleh Kota Bangkok. Sementara Malaysia dan Vietnam masing-masing diwakili oleh Kota Kuala Lumpur dan Ho Chi Minh. Diantara negara-negara ASEAN, hanya Indonesia yang memiliki lebih dari satu kota global.

Kita harapkan semoga terus bertambah kota-kota di Indonesia yang masuk dalam kategori kota global. Kalau perlu tidak hanya kota-kota di Pulau Jawa, namun juga kota-kota di luar Pulau Jawa seperti Medan dan Makassar.  Apalagi saat ini pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya melakukan pemerataan pembangunan ke berbagai daerah di Indonesia.

Dibawah ini merupakan daftar lengkap kota-kota di Asia Pasifik yang masuk dalam daftar kota global yang bersumber dari situs atkearney.



Sudah bukan rahasia lagi kalau perekonomian Indonesia bertumpuk di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Bila perekonomian Kota Jakarta digabung dengan daerah-daerah sekitarnya seperti Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang, maka daerah-daerah tersebut telah menguasai lebih dari 1/5 perekonomian Indonesia. Baik Kota Jakarta, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang, sama-sama masuk dalam daftar 20 daerah dengan perekonomian terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2015, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 11.540,8 triliun rupiah. Porsi Kota Jakarta terhadap PDB Indonesia mencapai 16,95% atau  1.956,03 triliun rupiah. Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan memegang peranan paling penting yaitu masing-masing mencapai 4,14% dan 3,78%.

Untuk wilayah Jabodetabek yang berada di luar Kota Jakarta, Kabupaten Bekasi memegang porsi terbesar terhadap PDB Indonesia. Daerah yang menjadi salah satu tujuan utama investasi para investor ini memegang porsi ekonomi 2,1% dari PDB Indonesia atau setara dengan 243, 4 triliun rupiah. Kabupaten Bekasi sendiri merupakan daerah dengan perekonomian terbesar di Provinsi Jawa Barat.

Selanjutnya disusul oleh Kabupaten Bogor. Kabupaten Bogor memiliki porsi 1,44% terhadap PDB Indonesia atau setara dengan 166,1 triliun. Disusul oleh Kota Tangerang yang memiliki porsi 1,08 persen atau 124,6 triliun terhadap PDB Indonesia. Bila PDB semua daerah tersebut digabung, nilainya mencapai 2,490 triliun rupiah.

Ini tentu menjadi PR yang berat bagi pemerintah Indonesia. Pemerataan pembangunan yang selama ini didengung-dengungkan masih belum membuahkan hasil yang memuaskan. Bahkan pemerintah masih sulit menjadikan daerah-daerah yang berada di luar Jabodebatek, khususnya yang berada di luar Pulau Jawa sebagai daerah yang menarik untuk tujuan investasi.

Sumber : Detik.com
Malang adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Timur. Kota ini merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur setelah Kota Surabaya. Berdasarkan data tahun 2014, Kota Malang memiliki populasi penduduk yang mencapai 845.973 jiwa. Bersama dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang, Kota Malang merupakan bagian dari kesatuan wilayah yang dikenal dengan sebutan Malang Raya.

Kota Malang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Berbagai pemandangan khas kota-kota besar dapat kita jumpai di kota ini. Salah satunya adalah keberadaan gedung-gedung tinggi. Bicara tentang gedung tinggi, pada tulisan ini kita akan membahas tentang 10 gedung tertinggi di Kota Malang. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah daftarnya.

Malang City Point

Foto : Rumah.com

Malang City Point adalah gedung yang difungsikan sebagai apartemen. Gedung ini terdiri dari 2 tower yang masing-masing memiliki 19 lantai. Jadi, Malang City Point menduduki posisi pertama dan kedua sebagai gedung tertinggi di Kota Malang. Malang City Point berlokasi di Jalan Raya Dieng, Malang.

Soekarno Hatta Apartment

Foto : Jurnalmalang.com

Sesuai dengan namanya, Soekarno Hatta Apartment merupakan sebuah gedung yang difungsikan sebagai apartemen. Gedung yang berada di Jalan Soekarno Hatta ini memiliki 17 lantai. Dengan demikian, Soekarno Hatta Apartment menduduki posisi ketiga sebagai gedung tertinggi di Kota Malang.

Gedung Filkom Universitas Brawijaya

Foto : Skyscrapercity.com

Universitas Brawijaya memiliki beberapa gedung tinggi. Gedung tertinggi yang dimiliki oleh Universtias Brawijaya adalah gedung Filkom (Fakultas Ilmu Komputer). Gedung ini terdiri dari 13 lantai dan berada pada posisi keempat sebagai gedung tertinggi di Kota Malang.

Aria Gajayana

Foto : Hotel-r.net

Aria Gajayana adalah sebuah gedung yang berada di Jalan Kawi, Malang. Gedung ini merupakan sebuah hotel berbintang 4. Aria Gajayana terdiri dari 12 lantai dan menduduki posisi kelima dalam daftar gedung tertinggi di Kota Malang.

Best Western OJ Hotel

Foto : Ixigo.com

Sama halnya seperti Aria Gajayana, Best Western OJ Hotel juga merupakan sebuah hotel berbintang 4. Hotel ini berada di Jalan Dr. Cipto, Malang. Best Western OJ Hotel menduduki posisi keenam sebagai sebagai gedung tertinggi di Kota Malang. Gedung ini terdiri dari 12 lantai.

Gedung FIA Universitas Brawijaya

Foto : Skyscrapercity.com

Gedung FIA (Fakultas Ilmu Adminstrasi) Universitas Brawijaya menduduki posisi tertinggi ketujuh di Kota Malang. Gedung ini terdiri dari 12 lantai.

Gedung FEB Universitas Brawijaya

Foto : Skyscrapercity.com

Posisi gedung tertinggi kedelapan di Kota Malang juga dipegang oleh Universitas Brawijaya. Gedung tersebut adalah Gedung FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis). Gedung ini terdiri dari 12 lantai.

Ibis Styles Malang

Foto : Booking.com

Ibis Styles Malang adalah sebuah hotel bintang 4 yang berada di Jalan Letjen S. Parman, Malang. Gedung ini memiliki 12 lantai dan merupakan gedung tertinggi kesembilan di Kota Malang. Gedung ini merupakan sebuah hotel berbintang 4.

Swiss-Belinn Malang

Foto : Realestate.com.au

Posisi gedung tertinggi kesepuluh di Kota Malang dipegang oleh Swiss-Belinn Malang. Swiss-Belinn Malang adalah sebuah hotel berbintang 3. Gedung yang memiliki 12 lantai ini berada di Jalan Veteran, Malang.


Previous PostOlder Posts Home