Showing posts with label Perbandingan. Show all posts
Showing posts with label Perbandingan. Show all posts
Sebagai kota terbesar di Indonesia, Jakarta tentunya memiliki keunggulan dalam banyak hal dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia. Salah satunya dalam hal fasilitas publik. Jakarta memang memiliki fasilitas publik yang terdepan bila dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia. Contohnya dapat dilihat dari sektor transportasi. Namun bagaimana kondisi Kota Jakarta bila dibandingkan dengan kota-kota utama ASEAN lainnya bila dilihat dalam hal transportasi? Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan transportasi Kota Jakarta dengan kota-kota utama ASEAN lainnya.

Jakarta vs Singapura

MRT Singapura (foto : flickr.com)

Boleh dibilang kondisi transportasi di Kota Jakarta tertinggal jauh bila dibandingkan dengan Kota Singapura. Singapura masuk dalam daftar kota dengan moda transportasi terbaik di Asia. Singapura mengandalkan sistem MRT (Mass Rapid Transit) sebagai moda transportasi andalannya. Berbeda dengan Kota Jakarta yang mengandalkan sistem BRT (Bus Rapid Transit) yang kita kenal dengan sebutan busway. Sistem MRT jelas jauh lebih unggul bila dibandingkan dengan BRT. Selain frekuensinya yang lebih tinggi karena memiliki jalur sendiri, kapasitasnya juga lebih besar bila dibandingkan dengan BRT.

Singapura sendiri tidak memiliki sistem BRT seperti yang ada di Jakarta. Sekedar informasi, Jakarta merupakan kota dengan jalur BRT terpanjang di dunia. Namun walau demikian, kondisi bus yang ada di Kota Singapura jauh lebih baik bila dibandingkan dengan Jakarta. Bus di sana jauh lebih bersih dan jauh lebih terawat.

Kuala Lumpur vs Jakarta

MRT Kuala Lumpur (foto : voicendata.com)

Kondisi transportasi di Kota Kuala Lumpur masih berada dibawah Kota Singapura. Namun bila dibandingkan dengan Kota Jakarta, Kuala Lumpur masih unggul cukup jauh. Seperti yang kita ketahui, Jakarta hanya mengandalkan BRT sebagai moda transportasi utama. Sementara Kuala Lumpur telah memiliki sistem angkutan berbasis rel seperti yang ada di Singapura. Singapura telah memiliki 3 jalur LRT (Light Rail Transit) dan 1 jalur MRT (Mass Rapid Transit). Selain itu Kuala Lumpur juga telah memiliki satu jalur BRT (Bus Rapid Transit). Untuk angkutan bus, secara umum kondisi bus di Kota Kuala Lumpur tidak jauh berbeda dengan Singapura. Dengan demikian tentunya kondisi bus di Kuala Lumpur jauh lebih baik dibandingkan Jakarta.

Bangkok vs Jakarta

Skytrain Bangkok (foto : investvine.com)

Tidak jauh berbeda dengan kota-kota sebelumnya, transportasi di Kota Jakarta juga cenderung tertinggal bila dibandingkan dengan Bangkok. Sama seperti Singapura dan KL, Kota Bangkok juga telah memiliki sistem rapid transit. Ada dua layanan sistem rapid transit yang beroperasi di Kota Bangkok. Kedua sistem rapid transit tersebut adalah BTS Skytrain dan Bangkok MRT. Masing-masing sistem rapid transit memiliki dua jalur.

Bangkok juga telah memiliki Bus Rapid Transit (BRT) sejak tahun 2010 lalu. Namun BRT yang beroperasi di Kota Bangkok baru satu jalur saja.

Manila vs Jakarta

LRT Manila (foto : lrmc.com)

Kota Manila sama seperti tiga kota yang kita bahas sebelumnya. Kota ini juga telah memiliki sistem rapid transit. Kota Manila memiliki tiga jalur sistem rapid transit jenis LRT (Light Rail Transit). Diantara kota-kota lainnya di ASEAN, Manila merupakan kota tertua yang memiliki sistem rapid transit. Namun di luar sistem rapid transit tersebut, transportasi di Kota Manila tidak lebih baik bila dibandingkan Jakarta.

Hanoi vs Jakarta

BRT Hanoi (foto : vietnamnet.vn

Dari semua kota yang kita bandingkan dengan Kota Jakarta, boleh dibilang hanya kota hanoi yang posisinya berada dibawah Kota Jakarta. Baik Hanoi ataupun Jakarta sama-sama belum memiliki sistem rapid transit. Kondisi bus ataupun angkutan yang menggunakan jalan raya lainnya yang berada di Kota Hanoi kondsinya masih berada dibawah Kota Jakarta. Sama seperti Jakarta, Hanoi masih mengandalkan transportasi bus sebagai moda transportasi utama.

Medan dan Palembang merupakan dua kota terbesar di Pulau Sumatera. Kota Medan berada di provinsi Sumatera Utara, sedangkan Kota Palembang berada di provinsi Sumatera Selatan. Saat ini kedua kota tersebut sedang mengalami perkembangan yang pesat, terutama dibidang infrastruktur. Dilihat dari segi jumlah penduduk, Medan dan Palembang sama-sama masuk dalam kategori kota metropolitan.

Pada tulisan ini akan diulas tentang perbandingan antara Kota medan dengan Kota Palembang yang dilihat dari berbagai aspek. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ulasan singkatnya.

Populasi dan Luas Wilayah

Medan memiliki populasi penduduk lebih besar dibandingkan Palembang. Berdasarkan data tahun 2015, populasi penduduk Kota Medan mencapai 2.210.624 jiwa. Sementara Kota Palembang memiliki populasi penduduk 1.580.517 berdasarkan data dari tahun yang sama. Namun luas wilayah Kota Palembang lebih besar dibandingkan Kota Medan. Palembang memiliki wilayah dengan luas 358,55 km persegi, sedangkan Medan memiliki wilayah dengan luas 265,10 km persegi.

Perekonomian

Layaknya seperti kota-kota metropolitan lainnya, perekonomian Kota Medan dan Palembang didominasi oleh sektor industri pengolahan, perdagangan dan jasa. Dilihat dari segi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto), perekonomian Kota Medan lebih besar dibandingkan Kota Palembang. Medan memiliki PDRB sebesar 164,628 triliun rupiah dan menduduki posisi keempat di Indonesia. Sementara Palembang memiliki PDRB sebesar 108,484 dan menduduki posisi kesembilan di Indonesia.

Bila dilihat berdasarkan pendapatan per kapita, Kota Medan juga lebih unggul dibandingkan Kota Palembang. Pendapatan per kapita kota Medan mencapai 74,471 juta rupiah. Sementara pendapatan per kapita Kota Palembang berada pada angka 68,638 juta rupiah. Kedua kota sama-sama memiliki pendapatan per kapita yang berada diatas rata-rata pendapatan per kapita nasional.

Infrastruktur

Seperti yang pernah kita singgung sebelumnya, Medan dan Palembang sama-sama mengalami perkembangan yang pesat disektor infrastruktur. Contohnya adalah infrastruktur jalan tol. Saat ini sedang dibangun dua ruas tol di Kota Medan. Kedua ruas tersebut adalah ruas Medan - Binjai dan Medan - Kualanmu - Tebing Tinggi. Kota Palembang juga tidak mau kalah. Palembang juga sedang membangun dua ruas jalan tol, yaitu ruas Palembang-Indralaya dan Kayuagung - Palembang - Betung. Selain dua ruas tol yang sedang dibangun tersebut, belum ada satupun jalan tol yang beroperasi di Kota Palembang. Berbeda dengan Kota Medan yang telah memiliki jalan tol yang bernama Belmera (Belawan - Medan - Tanjung Morowa) yang telah beroperasi sejak tahun 1986.

Kota Medan dan Palembang juga sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur rel. Seperti yang kita ketahui, Medan merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki kereta bandara. Tingginya frekuensi arus lalu lintas kereta bandara tersebut menyebabkan kemacetan disejumlah jalan di Kota Medan. Untuk mengatasi hal tersebut, saat ini sedang dibangun rel layang untuk jalur yang menghubungkan Kota Medan dengan Bandara Internasional Kualanamu. Bandara Internasional Kualanamu merupakan salah satu bandara termegah dan termodern di Indonesia. Ini merupakan salah satu infrastruktur yang menjadi kebanggan masyarakat Medan dan Sumatera Utara pada umumnya.

Palembang tidak mau kalah dalam pengembangan infrastruktur rel. Palembang saat ini sedang membangun transportasi perkotaan jenis LRT (Light Rail Transit). Saat ini cuma Kota Palembang dan Jakarta saja yang sedang membangun LRT di Indonesia. LRT di Kota Palembang tersebut menghubungkan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dengan Jakabaring Sport City (JCC). Jadi selain sebagai angkutan perkotaan, LRT ini juga berfungsi sebagai kereta bandara. Jakabaring Sport City merupakan sebuah kompleks olahraga terbesar di Indonesia. Untuk urusan fasilitas olahraga, boleh dibilang Palembang jauh lebih unggul dibandingkan Medan.

Untuk infrastruktur-infrastruktur dasar seperti jalan raya, fasilitas air bersih, energi dan sebagainya, tidak ada perbedaan yang mencolok antara Kota Medan dengan Kota Palembang. Kedua kota juga telah memiliki jaringan gas perkotaan.

Penataan Kota


Untuk urusan penataan kota, boleh dibilang Medan lebih baik daripada Palembang. Salah satunya bisa dilihat dalam hal penataan pusat kota. Medan memiliki pusat kota yang yang terorganisir dengan baik. Kawasan pusat Kota Medan memiliki jaringan jalan yang memadai sehingga berbentuk grid bila dilihat dari udara. Selain itu di pusat Kota Medan juga banyak berdiri gedung-gedung tinggi. Berbeda dengan Kota Palembang yang dipusat kotanya kebanyakan hanya berdiri deretan ruko. Sementara gedung-gedung tinggi di Kota Palembang menyebar kemana-mana karena ketersediaan lahan yang tidak memadai di pusat kota. 

Indonesia memiliki beberapa kota kaya dengan pendapatan per kapita yang jauh melebihi pendapatan per kapita nasional. Umumnya kota-kota dengan pendapatan per kapita yang tinggi tersebut memiliki kekayaan alam yang berlimpah, terutama disektor pertambangan. Namun ada juga kota dengan pendapatan per kapita yang tinggi karena tingginya aktivitas ekonomi disektor industri, jasa dll.

Dalam hal pendapatan per kapita, dua posisi teratas dipegang oleh Kota Bontang yang berada di Provinsi Kalimantan Timur dan Kota Kediri yang berada di Provinsi Jawa Timur. Jadi kedua kota tersebut merupakan kota terkaya di Indonesia dalam hal pendapatan per kapita. Bahkan hanya Kota Bontang dan Kota Kediri yang memiliki pendapatan per kapita diatas 300 juta rupiah. Seperti apakah kalau kedua kota tersebut kita bandingkan dalam berbagai aspek? Berikut adalah ulasan singkatnya.
Populasi dan luas wilayah

Kota Kediri memiliki populasi yang lebih besar dibandingkan Kota Bontang. Berdasarkan data tahun 2012, populasi Kota Kediri mencapai 312.331 jiwa. Sementara berdasarkan data pada tahun yang sama, populasi kota Bontang mencapai 175.830 jiwa. Namun Kota Bontang memiliki wilayah yang jauh lebih luas dibandingkan Kota Kediri. Kota Bontang memiliki wilayah seluas 497,6 km persegi, sedangkan Kota Kediri memiliki wilayah seluas 63,4 km persegi. Luas Kota Bontang hampir delapan kali lipat luas Kota Kediri.

Perekonomian

Perekonomian Kota Bontang dan Kediri sama-sama ditopang oleh sektor industri. Hanya saja kedua kota bergerak pada bidang industri yang berbeda. Kota Bontang mengalami perkembangan yang pesat karena kota ini kaya akan sumber daya alam, terutama gas alam. Sektor-sektor industri yang tumbuh di Kota Bontang juga tidak jauh-jauh dari industri pengolahan sumber daya alam. Beberapa perusahaan besar yang menggerakan perekonomian Kota Bontang adalah Badak NGL (gas alam), Pupuk Kalimantan Timur (pupuk urea, amonia liquid, dan pupuk NPK), dan Indominco Mandiri (batubara). Sementara perekonomian Kota Kediri ditopang oleh industri rokok, khususnya industri milik Gudang Garam. Selain industri rokok, Kota Kediri juga memiliki sejumlah pabrik gula yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Baca juga : Apakah Bandung atau Medan kota terbesar ketiga di Indonesia?

Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, di Indonesia hanya Kota Bontang dan Kota Kediri yang memiliki pendapatan per kapita diatas 300 juta rupiah. Pendapatan per kapita Kota Bontang lebih besar dibandingkan Kota Kediri. Kota Bontang memiliki pendapatan per kapita sebesar 352,881 juta rupiah, sementara Kota Kediri memiliki pendapatan per kapita sebesar 348,010 juta rupiah. Namun Kota Kediri memiliki PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) yang jauh lebih besar dibandingkan Kota Bontang. Ini karena Kota Kediri memiliki penduduk yang lebih banyak dibandingkan Kota Bontang. Kota Kediri memiliki PDRB sebesar 97,444 triliun rupiah, sedangkan Kota Bontang memiliki PDRB sebesar 57,635 triliun rupiah.

Infrastruktur

Layaknya daerah-daerah kaya lainnya di Indonesia, Kota Bontang dan Kota Kediri sama-sama memiliki jalan kota yang relatif mulus. Selain ditunjang oleh infrastruktur jalan, transportasi di Kota Kediri juga ditunjang oleh infrastruktur rel. Sementara di Kota Bontang sama sekali belum ada infrastruktur rel. Bahkan belum ada satupun kota di Kalimantan yang memiliki infrastruktur rel. Namun Kota Bontang memiliki pelabuhan untuk menunjang transportasi dan perdagangan, bahkan ada yang bertaraf internasional. Sementara Kota Kediri tidak memiliki pelabuhan karena seluruh wilayahnya terdiri dari daratan. Selain pelabuhan, Kota Bontang juga sedang membangun sebuah bandara. 

Bandung dan Medan sama-sama merupakan kota metropolitan di Indonesia yang sedang berkembang pesat. Kedua kota merupakan kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Kadang ada yang menyebutkan bahwa Bandung adalah kota terbesar ketiga di Indonesia. Sebagian lagi ada yang menyebutkan bahwa Medan yang sebenarnya kota terbesar ketiga di Indonesia. Ini tentu memberikan kebingungan bagi kita semua, sebenarnya kota manakah yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia? Bandung atau Medan?

Baca juga : 10 Gedung Tertinggi di Kota Bandung

Indikator yang paling sering dipakai untuk menentukan besarnya sebuah kota adalah populasi dan kekuatan ekonomi. Tidak pernah faktor luas wilayah dijadikan acuan. Kita ambil contoh di Indonesia. Kota dengan wilayah terluas di Indonesia adalah Kota Tidore Kepulauan di Maluku Utara. Sementara kota dengan populasi dan kekuatan ekonomi terbesar di Indonesia adalah Kota Jakarta. Selama ini Jakarta selalu disebut sebagai kota terbesar di Indonesia, bukan Tidore Kepulauan. Untuk itu dalam menentukan apakah Bandung atau Medan yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia, dapat kita lihat berdasarkan populasi dan kekuatan ekonomi masing-masing kota.

Kita mulai melihat perbandingan Bandung dan Medan dalam hal populasi. Kota Bandung memiliki populasi penduduk sekitar 2,4 juta jiwa berdasarkan data yang telah dikonsolidasi oleh Kemendagri (Kementrian Dalam Negeri). Sementara Kota Medan memiliki populasi sekitar 2,2 juta jiwa. Jadi dalam hal populasi, Kota Bandung lebih besar dibandingkan Kota Medan. Bahkan populasi Kota Bandung memang selalu tercatat lebih besar dibandingkan Kota Medan semenjak pasca kemerdekaan Indonesia.

Baca juga : 10 Gedung Tertinggi di Kota Medan

Sementara bila dilihat berdasarkan perbandingan kekuatan ekonomi, Kota Bandung juga berada diatas Kota Medan. Kekuatan ekonomi suatu kota dapat dilihat berdasarkan nilai PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2015, Kota Bandung memiliki nilai PDRB sebesar 195,809 triliun rupiah. Sedangkan Kota Medan memiliki nilai PDRB sebesar 164,628 triliun rupiah.

Berdasarkan uraian diatas, dapat kita simpulkan bahwa Kota Bandung lebih unggul dibandingkan Kota Medan, baik dalam hal populasi ataupun kekuatan ekonomi. Jadi posisi kota terbesar ketiga di Indonesia lebih cocok dinobatkan untuk Kota Bandung.

Skyline merupakan sebuah pemandangan yang lumrah yang biasa kita jumpai di kota-kota metropolitan. Sebuah skyline terbentuk dari kumpulan gedung-gedung tinggi. Terdapat beberapa faktor yang menentukan bagus atau tidaknya skyline sebuah kota. Diantaranya adalah ketinggian gedung, kerapatan antar gedung, desain gedung dan lanskap kota.

Bicara tentang skyline, sebelumnya kita sudah membuat perbandingan antara skyline Indonesia dengan Malaysia dan perbandingan antara skyline Indonesia dengan Vietnam. Pada tulisan kali akan dibahas tentang perbandingan skyline antara Indonesia dengan Thailand. Perbandingannya dibuat berdasarkan 10 kota dengan skyline terbaik dimasing-masing negara. Namun urutan 10 kota dengan skyline terbaik di Indonesia dan Thailand tersebut tidak bersifat mutlak. Bisa saja bagi anda urutannya berbeda, khususnya untuk kota-kota yang memiliki skyline nyaris setara. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbanidngan skyline antara Indonesia dengan Thailand. 

1. Jakarta vs Bangkok

Skyline Jakarta (Foto : Flickr.com)

Skyline Bangkok (Foto : Flickr.com)

Indonesia dan Thailand memiliki karakteristik yang serupa. Jakarta dan Bangkok yang menjadi ibukota di masing-masing negara sama-sama menjadi pusat segala-galanya. Untuk urusan skyline, Bangkok boleh dibilang  lebih baik dibandingkan Jakarta. Walaupun Jakarta dan Bangkok sama-sama memiliki gedung pencakar langit yang banyak, namun Bangkok lebih unggul bila dilihat berdasarkan kerapatan antar gedung. 

2. Surabaya vs Pattaya

Skyline Surabaya (Foto : Skyscrapercity.com)

Skyline Pattaya (Foto : 123rf.com)

Perbandingan skyline antara Surabaya dengan Pattaya sekilas tampak nyaris serupa. Pada kenyataannya, Pattaya memiliki gedung-gedung yang lebih padat dibandingkan Surabaya. Selain itu bagi orang-orang yang suka dengan nuansa pemandangan alam, tentunya akan lebih suka skyline Pattaya yang berkonsep waterfront city. 

3. Tangerang vs Hua Hin

Skyline Tangerang (Foto : Flickr.com)

Skyline Hua Hin (Foto : Skyscrapercity.com)

Tangerang memiliki gedung-gedung yang lebih tinggi dibandingkan Hua Hin. Secara umum untuk urusan skyline, Tangerang lebih unggul dibandingkan Hua Hin. Hanya saja Hua Hin memiliki bentang alam yang lebih indah dibandingkan Tangerang. Hua Hin sendiri memang merupakan salah satu kota wisata andalan Thailand. 

4. Medan vs Chiangmai

Skyline Medan (Foto : @zulfie_herwinsyah di Instagram)

Skyline Chiangmai (Foto : Flickr.com)

Chiangmai memiliki gedung-gedung yang cukup banyak. Hanya saja gedung-gedung di kota Chiangmai rata-rata tidak terlalu tinggi. Dibandingkan kota Medan, secara umum gedung-gedung di kota Hatyai masih kalah dalam hal ketinggian. Makanya untuk urusan skyline, Medan masih lebih baik dibandingkan Chiangmai.

5. Bandung vs Hat Yai

Skyline Bandung (Foto : Skyscrapercity.com)

Skyline Hat Yai (Foto : Flickr.com)

Bandung sebenarnya memiliki gedung tinggi yang lebih banyak dibandingkan Tangerang dan Medan. Namun gedung-gedung di kota Bandung sangat menyebar sehingga untuk urusan skyline masih kalah dibandingkan Tangerang dan Medan. Namun bila dibandingkan kota Hat Yai, skyline Bandung masih lebih baik.

6. Makassar vs Sri Racha

Skyline Makassar (Flickr.com)

Skyline Sri Racha (Foto : Flickr.com)

Makassar termasuk salah satu kota dengan perkembangan skyline paling pesat di Indonesia. Bahkan bila dibandingkan kota Sri Racha, skyline Makassar unggul telak. Ini tidak terlepas dari status kota Makassar yang menjadi hub di kawasan Indonesia timur, sehingga Makassar mengalami perkembangan kota yang pesat.

7. Semarang vs Phuket

Skyline Semarang (Foto : Skyscrapercity.com)

Skyline Phuket (Foto : Flickr.com)

Semarang juga merupakan salah satu kota  dengan perkembangan skyline paling pesat di Indonesia. Dibandingkan kota Phuket, gedung-gedung tinggi di Semarang jauh lebih banyak. Selain itu jarak antar gedung tinggi di kota Semarang juga tampak jauh lebih rapat dibandingkan Phuket. Jadi tidak mengherankan kalau Semarang memiliki skyline yang lebih baik dibandingkan Phuket.

8. Batam vs Khon kaen

Skyline Batam (Foto : Skyscrapercity.com)

Skyline Khon Kaen (Foto : Flickr.com)

Bila dilihat dari jumlah gedung, Batam jauh lebih unggul daripada Khon Kaen. Bahkan saat ini gedung-gedung yang sedang dibangun di kota Batam tidak kalah banyak dibandingkan kota-kota yang lebih besar, seperti Medan dan Makassar. Untuk urusan skyline, sudah pasti Batam jauh lebih baik dibandingkan kota Khon Kaen.

9. Balikpapan vs Patong

Skyline Balikpapan (Foto : Skyscrapercity.com)

Skyline Khon kaen (Foto : Skyscrapercity.com)

Dari skyline, Balikpapan lebih baik dibandingkan Khon Kaen. Gedung-gedung di Balikpapan lebih banyak dan lebih rapat.

10. Bekasi vs Karon

Skyline Bekasi (Foto : Skyscrapercity.com)

Skyline Karon (Foto : Flickr.com)

Hal yang tidak jauh berbeda dengan Balikpapan vs Patong juga terdapat pada Bekasi vs Karon. Bekasi memiliki gedung tinggi yang lebih banyak dan lebih rapat dibandingkan Karon. Otomatis Bekasi juga memiliki skyline yang lebih baik dibandingkan Karon. 



Skyline merupakan garis cakrawala atau horizontal yang terbentuk dari kumpulan gedung atau daratan. Umumnya istilah skyline identik dengan kawasan perkotaan karena dikawasan perkotaan banyak terdapat kumpulan gedung-gedung tinggi. Namun istilah skyline bisa juga dipakai terhadap garis cakrala yang terbentuk oleh alam. Contohnya adalah skyline yang terbentuk dari  gugusan pegunungan.

Sebelumnya kita sudah pernah membahas tentang perbandingan skyline antara kota di Indonesia dengan kota di Malaysia. Bagi yang belum sempat membacanya, silahkan kunjung artikel Perbandingan Skyline antara Kota di Indonesia dengan Kota di Malaysia. Kali ini kita akan membahas tentang perbandingan skyline antara kota di Indonesia dengan kota di Vietnam. Perbandingannya diambil berdasarkana skyline dari 10 kota terbesar di negara masing-masing. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah uraiannya.

1. Jakarta vs Saigon

Skyline Jakarta (Foto : Culinarybonanza.com)

Skyline Saigon (Foto : Flickr.com)

Saigon merupakan kota terbesar di Vietnam. Kota ini dikenal juga dengan sebutan Ho Chi Minh City. Boleh dibilang skyline Jakarta unggul telak bila dibandingkan dengan Saigon. Jakarta memiliki gedung yang jauh lebih banyak dan desain yang lebih variatif dibandingkan Saigon. Untuk level Asia Tenggara, mungkin hanya Singapura dan Bangkok yang memiliki skyline yang lebih baik dibandingkan Jakarta.

2. Surabaya vs Hanoi

Skyline Surabaya (Foto : Flickr.com)

Skyline Hanoi (Foto : Flickr.com)

Kalau Jakarta unggul telak dibandingkan Saigon, hal sebaliknya justru dialami oleh kota Surabaya. Skyline Surabaya justru kalah telak dibandingkan Hanoi. Hanoi memiliki gedung tinggi yang lebih banyak dibandingkan Surabaya. Kerapatan antar gedung di Hanoi juga jauh lebih baik dibandingkan Surabaya. Bahkan skyline Hanoi tidak jauh berbeda bila dibandingkan dengan Saigon.

3. Bandung vs Hai Phong

Skyline Bandung (Foto : Skyscrapercity.com)

Skyline Hai Phong (Foto : Skyscrapercity.com)

Boleh dibilang skyline Bandung lebih baik dibandingkan Hai Pong, Hal yang wajar karena Bandung memiliki gedung tinggi yang jauh lebih banyak dibandingkan Hai Phong. Andai saja gedung-gedung tinggi di kota Bandung tidak menyebar seperti sekarang ini, pasti skyline Bandung unggul telak dibandingkan Hai Phong.

4. Bekasi vs Can Tho

Skyline Bekasi (Foto : Instagram @sandy_beachlol)

Skyline Can Tho (Foto : Bestofcantho.com)

Meski berstatus kota terbesar keempat di Vietnam, keberadaan gedung-gedung tinggi di kota Can Tho sangat minim. Akibatnya skyline kota Can Tho tidak benar-benar  terbentuk. Berbeda dengan kota Bekasi yang sudah lumayan banyak memiliki gedung-gedung tinggi. Jadi untuk urusan skyline, Bekasi lebih unggul dibandingkan Can Tho.

5. Medan vs Bien Hoa

Skyline Medan (Foto : Skyscrapercity.com)

Skyline  Bien Hoa (Foto : Skyscrapercity.com)

Saat ini Medan merupakan salah satu kota yang paling gencar membangun gedung-gedung tinggi di Indonesia. Selama beberapa tahun terakhir ini, kualitas skyline kota Medan menunjukan kemajuan yang signifikan. Dibandingkan kota Bien Hoa, boleh dibilang skyline kota Medan unggul telak.

6. Semarang vs Da Nang

Skyline Semarang (Foto : Wikipedia.org)

Skyline Da Nang (Foto : Discoverwithemmy.com)

Da Nang jelas bukanlah lawan yanag sepadan bagi Semarang. Bahkan skyline Da Nang dibandingkan Surabaya sekalipun entah mana yang bagus. Jadi untuk urusan skyline, Da Nang unggul telak dibandingkan Semarang. Ketinggian gedung-gedung di Semarang kalah jauh dibandingkan Da Nang.

7. Tangerang vs Vung Tau

Skyline Tangerang (Foto : Flickr.com)

Skyline Vung Tau (Foto : Flickr.com)

Skyline Tangerang kelihatan sedikit lebih baik dibandingkan skyline Vung Tau. Walaupun  Vung Tau tampak memiliki gedung tinggi yang lebih banyak dibandingkan Tangerang, namun gedung-gedung di Tangerang relatif lebih tinggi dan terpusat bila dibandingkan dengan Vung Tau.

8. Depok vs Nha Trang

Skyline Depok (Foto : Indopos.co.id)

Skyline Nha Trang (Foto : Flickr.com)

Perbandingan skyline Depok dengan Nha Trang bagaikan bumi dan langit. Depok memiliki gedung tinggi  yang sedikit dan jaraknya jarang-jarang. Berbanding terbalik dengan Nha Trang yang memiliki gedung tinggi yang lebih banyak dan jarak antar gedungnya yang relatif rapat. Jadi untuk urusan skyline, Nha Trang jauh lebih baik dibandingkan Depok.

9. Palembang vs Buon Ma Thuot

Skyline Palembang (Foto : Skyscrapercity.com)

Skyline Buon Ma Thuot (Foto : Wikimapia.org)

Palembang memang berstatus sebagai kota terbesar kesembilan di Indonesia. Namun untuk urusan skyline, Palembang cukup tertinggal dibandingkan kota-kota yang lebih kecil seperti Batam, Balikpapan, Pekanbaru dll. Dibandingkan kota Ma Thout di Vietnam, skyline Palembang juga masih tertinggal.

10. Makassar vs Hue

Skyline Makassar (Foto : Flickr.com)

Skyline Hue (Foto : Skyscrapercity.com)

Walaupun Makassar berada di kawasan Indonesia Timur, namun kota ini memiliki skyline yang mumpuni. Bahkan berada dalam daftar 5 kota dengan skyline terbaik di Indonesia. Dibandingkan kota Hue di Vietnam, skyline Makassar jelas  lebih unggul.

Itulah sedikit ulasan tentang perbandingan skyline antara kota di Indonesia dengan kota di Vietnam. Sebenarnya akan lebih tepat bila perbandingannya dibuat antara 10 kota dengan skyline terbaik di masing-masing negara, bukan perbandingan skyline antara 10 kota terbesar di masing-masing negara. Masalahnya saya tidak begitu mengetahui urutan 10 kota dengan skyline terbaik di vietnam. Selain itu dalam menentukan urutan skyline biasanya bersifat subjektif untuk kota-kota yang memiliki skyline nyaris setara.

Berbeda dengan perbandingan skyline antara Indonesia dengan Malaysia yang pernah saya buat sebelumnya. Saat itu saya memang memberikan perbandingan antara 10 kota dengan skyline terbaik di masing-masing negara. Itu karena saya cukup mengetahui skyline kota-kota di Malaysia. Walaupun urutan yang dibuat belum tentu 100 persen akurat.
Previous PostOlder Posts Home