Showing posts with label Jawa. Show all posts
Showing posts with label Jawa. Show all posts
Guna menunjang perkembangan trem di kota Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendatangkan 8 bus trunk merk Mercedes, Jumat (29/12/2017).
Bus ini sendiri memiliki panjang 12 meter dan lebar 2,4 meter dengan kapasitas 67 seat penumpang yang dibeli dengan harga Rp 2,4 miliar per unitnya.
Eksterior bus trunk Surabaya (foto : surabaya.go.id)

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama satuan kerja perangkat dinas (SKPD) terkait langsung mencoba armada dengan nama Suroboyo bus tersebut dari Balai Kota menuju jembatan Suroboyo di Kenjeran.
“Bus ini memiliki peralatan yang lengkap agar membuat warga Surabaya nyaman saat menaikinya,” kata Tri Rismaharini kepada wartawan.
Peralatan yang dimaksud adalah seperti desain bus khususnya di bagian dalamnya memiliki fasilitas LED untuk informasi, full AC, serta tempat duduk yang terpisah antara wanita dengan pria. “Bahkan ada juga tempat duduk untuk ibu hamil dan difabel serta suspensi yang dinaik turunkan agar mereka mudah menaikinya,” terusnya.
Selain itu, bus ini juga dilengkapi dengan 12 CCTV yang bisa memantau langsung gerak gerik penumpang selama perjalanan. Nantinya, bus ini dijadwalkan akan melayani penumpang dengan tujuan Purabaya Bungurasih dan Joyoboyo. Kedepannya, akan melintas di Tunjungan Siola.
Interior bus trunk Surabaya ( foto : lensaindonesia.com)
Bus Suroboyo ini sendiri juga memiliki teknologi panic button dimana ketika ada kebakaran, sekali ditombol secara otomatis pintu akan terbuka, aki serta mesin secara otomatis juga akan mati.
“Armada ini juga terkoneksi langsung dengan Surabaya Intelejen Transportasi System (SiTS) langsung, jika bus mendekati traffic light maka lampu hijau akan menyala jadi angkutan ini bebas hambatan,” bebernya.
Bekasi merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia bila dilihat berdasarkan populasi penduduk. Bersama dengan sejumlah daerah lainnya, Bekasi menjadi salah satu daerah yang berstatus sebagai penyangga Kota Jakarta. Secara administarif, Kota Bekasi merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat.

Kota Bekasi (foto : @raflydarmawan77 di instagram)

Populasi Kota Bekasi adalah yang terbesar bila dibandingkan dengan kota-kota lainnya yang juga berstatus sebagai penyangga Kota Jakarta. Bahkan diantara semua kota penyangga atau kota satelit yang ada di Indonesia, populasi Kota Bekasi adalah yang terbesar. Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS (Badan Pusat Statistik), jumlah penduduk Kota Bekasi untuk tahun 2015 mencapai 2.733.240 jiwa. Jumlah tersebut telah melampui populasi dari Kota Bandung. Seperti yang kita ketahui, Bandung selama ini dikenal sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Kota Jakarta dan Kota Surabaya.

Berdasarkan data dari BPS, Kota Bandung memiliki populasi sebesar 2.481.469 jiwa untuk tahun 2015. Masih lebih banyak jumlah penduduk Kota Bekasi, yakni sekitar 251.771 jiwa. Bila data yang dirilis oleh BPS tersebut tidaklah keliru, maka untuk saat ini Bekasi memegang status sebagai kota terbesar di Provinsi Jawa Barat dalam hal jumlah penduduk. Serta menggantikan posisi Kota Bandung sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia.

Bagi yang masih meragukan informasi diatas, silahkan di cek langsung ke situs BPS masing-masing kota. Dibawah ini merupakan link situs BPS dari masing-masing kota.

BPS Kota Bandung
BPS Kota Bekasi
Bandung merupakan salah satu kota terpenting di Indonesia. Bersama dengan Jakarta dan Surabaya, Kota Bandung berada dalam jajaran kota-kota yang berasal dari Indonesia yang masuk dalam kategori kota global. Kota ini dikenal sebagai kota pendidikan utama di Indonesia. Selain sebagai kota pendidikan, Bandung juga dikenal sebagai pusat industri kreatif.

Banyak perusahaan-perusahaan berbasis teknologi yang berinvestasi di Kota Bandung. Tidak terkecuali Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah sendiri memiliki sejumlah Badan Usaha Milik Negara berbasis teknologi tinggi yang disebut BUMNIS (Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis).

Bicara tentang BUMN Industri Strategis, Bandung merupakan rumahnya bagi sejumlah BUMN Industri Strategis. Diantara kota-kota lainnya di Indonesia, Bandung merupakan kota dengan BUMN Industri Strategis paling banyak di Indonesia. Berikut adalah sejumlah BUMN Industri Strategis yang berada di Kota Bandung.

Pindad


Pindad adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor manufaktur yang fokus bergerak dibidang industri militer. Namun selain memproduksi produk militer, Pindad juga memproduksi sejumlah produk untuk keperluan komersil. Saat ini Pindad memiliki karyawan sekitar 3000 orang.

Sudah banyak produk yang dilahirkan oleh Pindad, baik untuk keperluan militer ataupun komersil. Maklum, perusahaan ini sudah berusia cukup tua. Pindad sudah berdiri sejak zaman Hindia Belanda, tepatnya sejak tahun 1808. Beberapa produk buatan Pindad antara lain panser Anoa, rantis Komodo, senapan serbu SS2, ekskavator Excava 200, dan sejumlah komponen untuk keperluan industri dan jasa.

Dirgantara Indonesia


Dirgantara Indonesia adalah BUMN yang bergerak dibidang produksi pesawat terbang. Dirgantara Indonesia satu-satunya perusahaan di Asia Tenggara yang memproduksi pesawat terbang. Dulu Dirgantara Indonesia dikenal dengan nama IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara).

Produk-produk pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia tidak hanya dibuat untuk kebutuhan dalam negeri, namun banyak juga yang diekspor. CN-235 merupakan pesawat terlaris buatan PT Dirgantara Indonesia. Baru-baru ini PT Dirgantara Indonesia juga telah berhasil melahirkan produk terbarunya yang diberi nama N-219.

Len Industri


Len Industri merupakan perusahaan milik pemerintah yang bergerak dibidang industri elektronik. Berbagai produk yang berkaitan dengan bidang elektronik telah berhasil diciptakan oleh Len Industri. Diantaranya adalah sistem persinyalan untuk kereta api, alat komunikasi militer dan panel surya.

INTI


INTI adalah BUMN yang fokus bergerak dibidang telekomunikasi. INTI sendiri merupakan singkatan dari Industri Telekomunikasi Indonesia. Dalam perkembangannya, PT INTI telah mengalami perubahan orientasi bisnis. Dulu INTI merupakan sebuah perusahaan manufaktur murni. Namun sekarang menjadi sebuah industri yang berbasis solusi kesisteman.

KRL Jabodetabek adalah layanan kereta komuter (commuter line) yang menghubungkan Kota Jakarta dengan daerah-daerah sekitarnya. KRL Jabodebatek memiliki operator dengan nama PT KAI Commuter Jabodetabek. Di Asia Tenggara, KRL Jabodetabek merupakan layanan commuter line terbesar. 

Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Muhammad Nurul Fadhila mengatakan, perusahaan mencatat jumlah penumpang KRL Commuter Line pada Senin (8/5/2017) mencapai 1.014.631 pengguna.
Capaian jumlah penumpang lebih dari 1 juta orang, paparnya juga pernah terjadi pada 5 Mei 2017. Pada saat itu, ungkapnya pengguna KRL Commuter Line mencapai 1.014.696 orang - tertinggi sepanjang sejarah beroperasinya KRL Commuter Line.
"Jumlah 1 juta pengguna ini adalah cerminan kepercayaan dan apresiasi masyarakat Jabodetabek pada PT KCJ yang senantiasa berupaya meningkatkan pelayanan dan kapasitas angkut KRL. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jabodetabek dan para pemangku kepentingan atas dukungannya terhadap transportasi publik, khususnya KRL" ungkap Fadhila, Jakarta, dalam siaran pers kepada Bisnis pada Selasa malam (9/5/2017).
Dia mengatakan, rekor pencapaian jumlah penumpang hingga lebih dari satu juta orang sejalan dengan tren peningkatan jumlah penumpang sejak diberlakukannya jadwal baru KRL pada April 2017.
Selama satu bulan terakhir, ungkapnya tren peningkatan volume penumpang terjadi merata di seluruh stasiun. Adapun rata - rata jumlah penumpang KRL Commuter Line mencapai lebih dari 950.000 orang per hari.
Guna menambah kapasitas angkut, paparnya sejak awal 2016 KCJ mulai menjalankan program perpanjangan rangkaian dengan mengoperasikan KRL yang memiliki formasi 12 kereta (SF12) per rangkaian.
Sejalan dengan itu rangkaian KRL dengan formasi 8 kereta (SF 8) terus dikurangi dengan merangkai ulang sejumlah KRL yang terdiri dari 8 kereta menjadi rangkaian dengan formasi 12 kereta dan 10 kereta.
Sumber : Bisnis
Global city atau kota global merupakan sebutan untuk kota-kota yang dianggap memiliki peranan penting dalam perekonomian global. Beberapa hal yang menjadi faktor agar sebuah kota masuk dalam daftar kota global adalah perekonomian yang besar dan infrastruktur yang memadai. Selain itu tentunya harus menarik sebagai tujuan investasi sehingga banyak perusahaan multinasional yang menanamkan modal di sana.

Indonesia sendiri menempatkan tiga kotanya dalam daftar kota global untuk regional Asia Pasifik. Kota-kota tersebut adalah Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Seperti yang kita ketahui, Jakarta, Surabaya, dan Bandung merupakan tiga kota terbesar di Indonesia. Ketiga kota tersebut juga memiliki porsi terbesar terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia. Kota Jakarta memiliki kontribusi 16,95 persen terhadap PDB Indonesia. Sementara Surabaya dan Bandung masing-masing memiliki kontribusi 3,48 persen dan 1,68 terhadap PDB Indonesia.

Kota Jakarta (Foto : Dailystar.co.uk)

Beberapa negara lainnya di Asia Tenggara juga menempatkan kota-kota mereka dalam daftar kota global. Selain Indonesia, ada negara Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura yang juga memiliki kota global. Thailand diwakili oleh Kota Bangkok. Sementara Malaysia dan Vietnam masing-masing diwakili oleh Kota Kuala Lumpur dan Ho Chi Minh. Diantara negara-negara ASEAN, hanya Indonesia yang memiliki lebih dari satu kota global.

Kita harapkan semoga terus bertambah kota-kota di Indonesia yang masuk dalam kategori kota global. Kalau perlu tidak hanya kota-kota di Pulau Jawa, namun juga kota-kota di luar Pulau Jawa seperti Medan dan Makassar.  Apalagi saat ini pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya melakukan pemerataan pembangunan ke berbagai daerah di Indonesia.

Dibawah ini merupakan daftar lengkap kota-kota di Asia Pasifik yang masuk dalam daftar kota global yang bersumber dari situs atkearney.



Sudah bukan rahasia lagi kalau perekonomian Indonesia bertumpuk di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Bila perekonomian Kota Jakarta digabung dengan daerah-daerah sekitarnya seperti Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang, maka daerah-daerah tersebut telah menguasai lebih dari 1/5 perekonomian Indonesia. Baik Kota Jakarta, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang, sama-sama masuk dalam daftar 20 daerah dengan perekonomian terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2015, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 11.540,8 triliun rupiah. Porsi Kota Jakarta terhadap PDB Indonesia mencapai 16,95% atau  1.956,03 triliun rupiah. Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan memegang peranan paling penting yaitu masing-masing mencapai 4,14% dan 3,78%.

Untuk wilayah Jabodetabek yang berada di luar Kota Jakarta, Kabupaten Bekasi memegang porsi terbesar terhadap PDB Indonesia. Daerah yang menjadi salah satu tujuan utama investasi para investor ini memegang porsi ekonomi 2,1% dari PDB Indonesia atau setara dengan 243, 4 triliun rupiah. Kabupaten Bekasi sendiri merupakan daerah dengan perekonomian terbesar di Provinsi Jawa Barat.

Selanjutnya disusul oleh Kabupaten Bogor. Kabupaten Bogor memiliki porsi 1,44% terhadap PDB Indonesia atau setara dengan 166,1 triliun. Disusul oleh Kota Tangerang yang memiliki porsi 1,08 persen atau 124,6 triliun terhadap PDB Indonesia. Bila PDB semua daerah tersebut digabung, nilainya mencapai 2,490 triliun rupiah.

Ini tentu menjadi PR yang berat bagi pemerintah Indonesia. Pemerataan pembangunan yang selama ini didengung-dengungkan masih belum membuahkan hasil yang memuaskan. Bahkan pemerintah masih sulit menjadikan daerah-daerah yang berada di luar Jabodebatek, khususnya yang berada di luar Pulau Jawa sebagai daerah yang menarik untuk tujuan investasi.

Sumber : Detik.com
Malang adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Timur. Kota ini merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur setelah Kota Surabaya. Berdasarkan data tahun 2014, Kota Malang memiliki populasi penduduk yang mencapai 845.973 jiwa. Bersama dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang, Kota Malang merupakan bagian dari kesatuan wilayah yang dikenal dengan sebutan Malang Raya.

Kota Malang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Berbagai pemandangan khas kota-kota besar dapat kita jumpai di kota ini. Salah satunya adalah keberadaan gedung-gedung tinggi. Bicara tentang gedung tinggi, pada tulisan ini kita akan membahas tentang 10 gedung tertinggi di Kota Malang. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah daftarnya.

Malang City Point

Foto : Rumah.com

Malang City Point adalah gedung yang difungsikan sebagai apartemen. Gedung ini terdiri dari 2 tower yang masing-masing memiliki 19 lantai. Jadi, Malang City Point menduduki posisi pertama dan kedua sebagai gedung tertinggi di Kota Malang. Malang City Point berlokasi di Jalan Raya Dieng, Malang.

Soekarno Hatta Apartment

Foto : Jurnalmalang.com

Sesuai dengan namanya, Soekarno Hatta Apartment merupakan sebuah gedung yang difungsikan sebagai apartemen. Gedung yang berada di Jalan Soekarno Hatta ini memiliki 17 lantai. Dengan demikian, Soekarno Hatta Apartment menduduki posisi ketiga sebagai gedung tertinggi di Kota Malang.

Gedung Filkom Universitas Brawijaya

Foto : Skyscrapercity.com

Universitas Brawijaya memiliki beberapa gedung tinggi. Gedung tertinggi yang dimiliki oleh Universtias Brawijaya adalah gedung Filkom (Fakultas Ilmu Komputer). Gedung ini terdiri dari 13 lantai dan berada pada posisi keempat sebagai gedung tertinggi di Kota Malang.

Aria Gajayana

Foto : Hotel-r.net

Aria Gajayana adalah sebuah gedung yang berada di Jalan Kawi, Malang. Gedung ini merupakan sebuah hotel berbintang 4. Aria Gajayana terdiri dari 12 lantai dan menduduki posisi kelima dalam daftar gedung tertinggi di Kota Malang.

Best Western OJ Hotel

Foto : Ixigo.com

Sama halnya seperti Aria Gajayana, Best Western OJ Hotel juga merupakan sebuah hotel berbintang 4. Hotel ini berada di Jalan Dr. Cipto, Malang. Best Western OJ Hotel menduduki posisi keenam sebagai sebagai gedung tertinggi di Kota Malang. Gedung ini terdiri dari 12 lantai.

Gedung FIA Universitas Brawijaya

Foto : Skyscrapercity.com

Gedung FIA (Fakultas Ilmu Adminstrasi) Universitas Brawijaya menduduki posisi tertinggi ketujuh di Kota Malang. Gedung ini terdiri dari 12 lantai.

Gedung FEB Universitas Brawijaya

Foto : Skyscrapercity.com

Posisi gedung tertinggi kedelapan di Kota Malang juga dipegang oleh Universitas Brawijaya. Gedung tersebut adalah Gedung FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis). Gedung ini terdiri dari 12 lantai.

Ibis Styles Malang

Foto : Booking.com

Ibis Styles Malang adalah sebuah hotel bintang 4 yang berada di Jalan Letjen S. Parman, Malang. Gedung ini memiliki 12 lantai dan merupakan gedung tertinggi kesembilan di Kota Malang. Gedung ini merupakan sebuah hotel berbintang 4.

Swiss-Belinn Malang

Foto : Realestate.com.au

Posisi gedung tertinggi kesepuluh di Kota Malang dipegang oleh Swiss-Belinn Malang. Swiss-Belinn Malang adalah sebuah hotel berbintang 3. Gedung yang memiliki 12 lantai ini berada di Jalan Veteran, Malang.


Bekasi adalah sebuah kota yang berada di Provinsi Jawa Barat. Kota ini merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Barat setelah Kota Bandung. Untuk di Indonesia, Bekasi adalah kota terbesar keempat setelah Kota Jakarta, Surabaya dan Bandung. Kota ini merupakan salah satu daerah penyangga Kota Jakarta. Dengan statusnya tersebut, tidak mengherankan Kota Jakarta memberikan imbas langsung terhadap perkembangan Kota Bekasi. Contohnya banyak orang yang bekerja di Jakarta memilih Bekasi sebagai tempat tinggal. Untuk memperlancar mobilitas mereka, dibangunlah sejumlah akses yang meningkatkan konektivitas antara Bekasi dengan Jakarta. Diantaranya adalah jalur kereta api dan jalan tol.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, Kota Bekasi cukup gencar membangun gedung-gedung pencakar langit. Kondisi kota Jakarta yang semakin padat dan semakin mahalnya harga lahan di sana, membuat Bekasi menjadi alternatif investasi. Diantara semua gedung pencakar langit di Kota Bekasi, berikut adalah 10 yang tertinggi.

Grand Dhika City

Foto : App.id

Grand Dhika City adalah sebuah mixed use development yang berada di kawasan Bekasi Timur. Saat ini baru satu gedung dalam area Grand Dhika City yang telah selesai pembangunannya. Gedung tersebut diberi nama Cempaka Tower. Cempaka Tower merupakan gedung tertinggi di Kota Bekasi yang terdiri dari 28 lantai. Gedung ini difungsikan sebagai apartemen.

Kemang View Apartment

Foto : Rumahdijual.com

Sesuai dengan namanya, Kemang View Apartment merupakan sebuah gedung yang difungsikan sebagai apartemen. Gedung ini berada di Bekasi Barat. Kemang View Apartment memiliki 23 lantai dan merupakan gedung tertinggi kedua di Kota Bekasi.

Mutiara Apartment

Foto : Rukamen.com

Mutiara Apartment merupakan sebuah gedung apartemen yang berada di Bekasi Barat. Gedung ini merupakan gedung tertinggi ketiga di Kota Bekasi. Mutiara Apartment terdiri dari 21 lantai.

M Gold Tower

Foto : Sewa-kantor.net

Status gedung tertinggi keempat di Kota Bekasi dipegang oleh M Gold Tower. Gedung ini terdiri dari 21 lantai. M Gold Tower merupakan sebuah gedung yang difungsikan sebagai perkantoran. Lokasinya berada di Bekasi Barat.

Horison Hotel

Foto : Horison-group.com

Horison Hotel merupakan gedung tertinggi kelima di Kota Bekasi. Gedung ini merupakan sebuah hotel bintang 4 yang terdiri dari 18 lantai. Lokasi Horison Hotel berada di Bekasi Barat.

Harris Hotel

Foto : Istania.net

Gedung Harris Hotel berlokasi di kawasan Bekasi Barat. Sama Halnya seperti Horison Hotel, Harris Hotel juga merupakan sebuah hotel bintang 4. Gedung ini memiliki 17 lantai dan merupakan gedung tertinggi keenam di Kota Bekasi.

Aston Imperial Bekasi

Foto : Skyscrapercity.com

Aston Imperial Bekasi adalah sebuah hotel yang berada di kawasan Bekasi Barat. Astion Imperial Bekasi merupakan hotel bintang 4. Gedung ini memiliki 15 lantai dan merupakan gedung tertinggi ketujuh di Kota Bekasi.

Amaroossa Grande Bekasi

Foto : Kompas.com

Amaroossa Grande Bekasi juga merupakan sebuah hotel bintang 4. Lokasinya berada di Bekasi Barat. Gedung ini merupakan gedung tertinggi kedelapan di Kota Bekasi yang terdiri dari 15 lantai.

Center Point Bekasi

Foto : Rumahdijual.com

Untuk posisi gedung tertinggi kesembilan dan kesepuluh di Kota Bekasi dipegang oleh Center Point Apartment. Bahkan Center Point Apartment juga mengisi posisi gedung tertinggi kesebelah dan keduabelas di Kota Bekasi. Pasalnya, Center Point Apartment ini terdiri dari 4 gedung dengan jumlah lantai yang sama. Masing-masing gedung Center Point Apartment terdiri dari 14 lantai. Lokasinya berada di Bekasi Barat. 
Cilegon adalah salah satu kota otonom yang berada di Provinsi Banten. Kota Cilegon merupakan kota terkecil diantara semua kota yang berada di provinsi Banten. Berdasarkan data tahun 2014, jumlah penduduk kota Cilegon adalah 416.464 jiwa. Jumlah yang masih jauh untuk menjadikan Kota Cilegon sebagai kota metropolitan. Walaupun memiliki penduduk yang relatif kecil, namun kota Cilegon memiliki peranan yang besar bagi provinsi Banten. Salah satunya adalah karena posisinya yang strategis yang berada di ujung barat Pulau Jawa. Pelabuhan Merak yang merupakan salah satu pelabuhan penyeberangan paling terkenal di Indonesia berada di kota ini. Jadi, Cilegon merupakan salah satu gerbang utama yang menghubungkan antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera.

Cilegon pertama kali ditetapkan sebagai sebuah kota berdasarkan Pasal 3 Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1986. Saat itu kota Cilegon masih berstatus Kota Administratif yang berada dibawah Pemerintahan Kabupaten Serang. Berkat tumbuhnya sektor industri dan perdagangan, Kota Cilegon terus mengalami pertumbuhan yang pesat. Pertumbuhan yang pesat tersebut membuat pemerintah akhirnya menaikan status Kota Cilegon menjadi sebuah kotamadya. Kota Cilegon ditetapkan sebagai kotamadya setelah disahkannya UU No. 15 tahun 1999 tanggal 27 April 1999 tentang pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon.

Cilegon dikenal juga dengan julukan Kota Baja. Pasalnya di kota ini berdiri industri baja terbesar di Asia Tenggara yang bernama PT Krakatau Steel. Setiap tahunnya, Cilegon menghasilkan 6 juta ton baja dari Kawasan Industri Krakatau Steel. Krakatau Steel sendiri merupakan sebuah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang sudah berdiri di Kota Cilegon sejak tahun 1970.

Kawasan industri milik PT Krakatau Steel (Foto : Krakatausteel.com)

Cilegon merupakan kota yang kaya. Sektor industri menjadi penopang utama perekonomian Kota Cilegon. Berkat tingginya kegiatan industri di Kota Cilegon, menyebabkan Cilegon menjadi salah satu kota dengan pendapatan per kapita tertinggi di Indonesia. Di Indonesia, pendapatan per kapita Kota Cilegon berada diposisi keempat setelah Kota Bontang, Kediri dan Jakarta. Untuk di Provinsi Banten, Cilegon merupakan kota dengan pendapatan per kapita tertinggi. Berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2015, Kota Cilegon memiliki pendapatan per kapita yang mencapai 189,182 juta rupiah. Jauh diatas pendapatan per kapita nasional yang hanya sekitar 45,18 juta rupiah. Sementara PDRB (Produk Domestik Regional Burto) Kota Cilegon untuk tahun 2015 adalah 77,963 triliun rupiah. Di Provinsi Banten, hanya Kota Tangerang yang memiliki PDRB lebih besar dibandingkan Kota Cilegon. Hal ini wajar karena populasi Kota Tangerang mencapai 1,6 juta jiwa. Sementara populasi Kota Cilegon hanya 400 ribuan jiwa.
Surabaya adalah ibukota dari Provinsi Jawa Timur. Kota ini merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Kota Jakarta. Surabaya memiliki populasi penduduk yang mencapai 3.110.187 jiwa berdasarkan data tahun 2012. Dengan jumlah penduduk sebesar itu, menjadikan Surabaya sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia.

Sebagai sebuah kota metropolitan, tentunya Surabaya memiliki area metropolitan. Area metropolitan Surabaya bernama Gerbangkertosusila yang merupakan akronim dari Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan. Area metropolitan Gerbangkertosusila merupakan area metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah area metropolitan Jabodetabek. Berdasarkan data tahun 2010, Gerbangkertosusila memiliki populasi penduduk yang mencapai 9.115.485 jiwa dengan luas wilayah adalah 1.548,3 km persegi. Berbagai kerjasama terus dilakukan untuk meningkatkan perekonomian daerah-daerah yang masuk dalam area metropolitan Gerbangkertosusila. Salah satunya adalah pengalihan sektor industri dari Kota Surabaya ke kota-kota penyangga seperti Gresik dan Sidoarjo. Dengan demikian, beban Kota Surabaya dapat terkurangi serta perekonomian Gresik dan Sidoarjo dapat lebih berkembang. Surabaya bisa lebih fokus lagi untuk mengembangkan perekonomian disektor jasa dan perdagangan.

Boleh dibilang Kota Surabaya mengalami perkembangan yang pesat saat ini. Salah satu indikatornya dapat dilihat dari kehadiran gedung-gedung pencakar langit yang semakin menjamur di Kota Surabaya. Memang, gedung-gedung pencakar langit di Kota Surabaya belum sebanyak dan belum sejangkung gedung-gedung pencakar langit di Kota Jakarta. Namun setidaknya Kota Surabaya sudah bisa sedikit mendekati Kota Jakarta. Kota Surabaya telah memiliki gedung pencakar langit yang ketinggian mencapai 50 lantai. Kedepannya akan semakin banyak lagi gedung-gedung pencakar langit dengan ketinggan 50 lantai atau lebih yang hadir di Kota Surabaya.

Baca juga : 20 Gedung Tertinggi di Kota Surabaya

Gedung-gedung pencakar langit di Kota Surabaya (foto : ramaperdanasby di instagram)

Selain gencar membangun gedung tinggi, Kota Surabaya juga gencar dalam mengembangkan infrastruktur. Salah satu infrastruktur Kota Surabaya yang terkenal unggul dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia adalah trotoar atau jalur pedestrian (pedestrian way). Selama kepemimpinan Walikota Tri Rismaharini, Kota Surabaya memang sangat fokus dalam membenahi trotoar. Hingga tahun 2016 lalu, Kota Surabaya telah memiliki lebih dari 45 km trotoar yang nyaman bagi pejalan kaki. Trotoar-trotoar tersebut dibuat lebar dan bebas dari PKL. Salah satu trotoar paling lebar di Kota Surabaya berada di Jalan Embong Malang. Trotoar tersebut memiliki lebar 5 meter dan kerap dimanfaatkan oleh sejumlah komunitas untuk melakukan aktivitas. Selain gencar membenahi trotoar, Tri Rismaharini juga terkenal gencar membenahi taman-taman di Kota Surabaya. Salah satu taman di Kota Surabaya yang bernama Taman Bungkul, sempat meraih predikat sebagai taman terbaik di Asia pada tahun 2013 lalu.

Baca juga : Beginilah Perbandingan antara Kota Bandung dengan Kota Surabaya

Salah satu trotoar di Kota Surabaya (foto : detik.com)

Infrastruktur jalan juga tidak luput dari perhatian Pemerintah Kota Surabaya. Saat ini ada beberapa proyek infrastruktur jalan yang sedang dikerjakan di Surabaya. Proyek-proyek tersebut antara lain Middle East Ring Road (MERR), Frontage Road (FR) sisi barat dan timur, Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), dan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT). Saat ini yang tengah dikebut pengerjaannya adalah proyek Frontage Road sisi barat dan MERR II C. Diharapkan kedua jalan tersebut sudah selesai pengerjaannya pada tahun 2017 ini. Jalan-jalan baru tersebut diharapkan dapat mengurai kemacetan di Kota Surabaya yang semakin hari semakin parah kondisinya.

Sebagai sebuah kota perdagangan, Surabaya tentunya memiliki infrastruktur pelabuhan yang memadai. Pelabuhan Tanjung Perak merupakan penopang utama sektor perdagangan di Kota Surabaya. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan tersibuk kedua di Indonesia setelah Pelabuhan Tanjung Priok. Untuk menunjang kinerja Pelabuhan Tanjung Priok, pada tahun 2015 Surabaya juga meresmikan pelabuhan lainnya yang bernama Pelabuhan Teluk Lamong. Pelabuhan ini disebut-sebut sebagai pelabuhan tercanggih di Indonesia. Pengoperasian pelabuhan ini sudah  menggunakan komputerisasi sehingga minim pemanfaatan tenaga manusia secara langsung. Pelabuhan ini sanggup melayani kapal-kapal besar dengan bobot hingga 5 juta TEUs. Selain canggih, Pelabuhan Teluk Lamong juga mengusung konsep Green Port. Pelabuhan Teluk Lamong hanya membolehkan truk kontainer yang menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk masuk ke area pelabuhan. Di sana disediakan transfer area untuk memindahkan kontainer-kontainer dari truk yang tidak menggunakan BBG ke truk yang menggunakan BBG yang telah disediakan oleh pihak Pelabuhan Teluk Lamong.

Pelabuhan Teluk Lamong (foto : marketeers.com)

Selain pelabuhan, Surabaya juga memiliki bandara yang mumpuni. Bandara tersebut bernama Bandara Internasional Juanda. Meski melayani penumpang Surabaya, Bandara Internasional Juanda sebenarnya berada di Kabupaten Sidoarjo. Pada tahun 2015 lalu, Bandara Internasional Juanda mampu melayani penumpang sebanyak 18.911.256 jiwa dan menjadi bandara tersibuk kedua di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno Hatta. Saat ini Bandara Internasional Juanda ditopang oleh dua buah terminal penumpang. Kedepannya Bandara Internasional Juanda akan mengembangkan terminal ke-3 dengan kapasitas yang mencapai 70 juta penumpang. Dengan kapasitas sebesar itu, menjadikan Terminal 3 Bandara Internasional Juanda sebagai terminal bandara termegah di Indonesia. Mayoritas lahan untuk Terminal 3 Bandara Internasional Juanda rencananya akan berada di area reklamasi. Terminal ini akan diapit oleh dua landasan pacu dan akan memiliki 164 garbarata atau pintu menuju pesawat.

Render Terminal 3 Bandara Internasional Juanda (foto : tribunnews.com)

Infrastruktur yang paling diharapkan dapat segera terwujud di Kota Surabaya adalah Angkutan Massal Cepat (AMC). Untuk mewujudkan hadirnya Angkutan Massal Cepat di Kota Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya sudah merencanakan untuk membangun trem dan LRT (Light Rail Transit). Untuk trem, harusnya sudah dilakukan pembangunan di awal 2017. Sayangnya masih terjadi tarik ulur dalam hal pendanaan. Pemerintah Kota Surabaya jelas tidak akan sanggup melakukan pembangunan trem tersebut kalau hanya mengandalkan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kota. Untuk itu perlu ada sokongan dana dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Dana dari APBN ini yang sampai sekarang masih belum jelas realisasinya. Padahal Kota Surabaya benar-benar sudah sangat membutuhkan Angkutan Massal Cepat sebagai salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di Kota Surabaya. Bila sudah memiliki Angkutan Massal Cepat, Pemerintah Kota Surabaya bisa melakukan pembatasan kendaraan untuk daerah-daerah yang dilalui dilalui oleh Angkutan Massal Cepat. Kehadiran Angkutan Massal Cepat tentunya akan semakin mengukuhkan Kota Surabaya sebagai salah satu kota dengan infrastruktur paling memadai. Bukan cuma di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara.
Keberadaan rel kereta api memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia. Ide tentang pembangunan rel kereta api sudah muncul ketika diterapkan sistem tanam paksa oleh kolonial Belanda pada tahun 1825-1830. Ide tersebut muncul dengan tujuan untuk mengangkut hasil bumi dari sistem tanam paksa yang diterapkan Belanda. Salah satu alasannya adalah karena tidak optimalnya lagi penggunaan jalan raya pada masa itu. Untuk pertama kali, proposal tentang pembangunan rel kereta api di Hindia Belanda dilakukan pada tahun 1940 oleh Kolonel J.H.R. Van der Wijck.

Rel kereta api pertama di Indonesia mulai dibangun pada tahun 1864. Pembangunannya diprakarsai oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Sementara pencangkulan pertamanya dilakukan di Desa Kemijen oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda,  Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Rel yang pertama kali dibangun di Indonesia tersebut memiliki rute Semarang-Tanggung dengan panjang 26 km. Tujuan dibangunnya rel tersebut adalah untuk keperluan militer serta mengangkut hasil bumi ke Gudang Semarang. Menariknya, Indonesia memiliki rel pertama dengan lebar 1435 mm. Padahal untuk saat ini, lebar rel yang umum digunakan di Indonesia adalah 1067 mm. Bermula dari kesuksesan rel Semarang-Tanggung inilah akhirnya Belanda melakukan pembangun jalur rel lainnya di Indonesia, bahkan hingga luar Pulau Jawa.

Rel Semarang-Tanggung mulai dibuka untuk umum pada 10 Agustus 1867. Ini berarti sudah hampir 150 tahun Kota Semarang memiliki rel yang aktif beroperasi. Usia yang tentunya sudah sangat tua. Bahkan sangking tuanya, jejak-jejak peninggalan stasiun tertua di kota ini yang juga sekaligus stasiun tertua di Indonesia sempat sulit dilacak keberadaannya. Stasiun tersebut dikenal dengan nama Stasiun Semarang NIS.

Stasiun Semarang NIS

Setelah sekian puluh tahun para peneliti mencari tahu keberadaannya, barulah sekitar tahun 2009 Stasiun Semarang NIS ditemukan. Ternyata stasiun ini tidak benar-benar lenyap meski sulit dilacak keberadaannya. Stasiun ini berevolusi menjadi rumah-rumah petak dan telah banyak komponen stasiun yang hilang. Hanya sebagian kecil komponen stasiun yang tersisa, itupun butuh kejelian untuk melihatnya.

Kondisi Stasiun Semarang NIS saat ini

Bagian dari Stasiun Semarang NIS yang masih tersisa antara lain bekas atap peron yang ditandai dengan besi-besi yang melengkung, bekas ventilasi udara berbentuk bulat besar, kayu-kayu kaso yang besar, dan dinding batu bata yang tebal. Selebihnya tidak ada yang tersisa dari Stasiun Semarang NIS. Bahkan rel yang menghubungkan Semarang-Tanggung sepanjang 26 km juga sudah luput keberadaannya. Ternyata sudah semenjak lama bangunan ini beralih fungsi menjadi rumah. Bahkan orang-orang yang tinggal di sana juga sepertinya tidak tahu bahwa lokasi yang mereka tinggali dulunya merupakan sebuah stasiun.

Kalau diperhatikan, tinggi rumah-rumah bekas Stasiun Semarang NIS ini hanya sekitar 2 m. Padahal berdasarkan bukti gambar-gambar lama yang ada, tinggi Stasiun Semarang NIS diperkirakan mencapai 5 m. Ternyata hal tersebut disebabkan oleh banjir dan penurunan muka tanah yang terjadi di sana. Masyarakatpun harus menguruk tanah agar tetap bisa tinggal di sana.


Referensi :

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_perkeretaapian_di_Indonesia
  • http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150617091424-92-60486/melacak-misteri-stasiun-kereta-api-terkuno-di-indonesia/
Jakarta merupakan kota terbesar di Indonesia. Karena statusnya tersebut, perkembangan Kota Jakarta seringkali menjadi yang terdepan dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia, termasuk dalam perkembangan pembangunan gedung-gedung tinggi. Sudah bukan rahasia lagi bahwa Jakarta merupakan kota yang memiliki gedung tinggi terbanyak di Indonesia. Bahkan jika gedung-gedung tinggi di kota lain di Indonesia digabungkan, belum mampu untuk melampui jumlah gedung tinggi di Kota Jakarta.

Baca juga : 10 Gedung Tertinggi di Kota Jakarta

Beberapa gedung tinggi tercatat pernah memegang status sebagai yang tertinggi di Kota Jakarta. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah daftar gedung-gedung yang dimaksud.

Hotel Indonesia

Foto : Wikimapia.org

Hotel Indonesia merupakan gedung tinggi pertama di Jakarta bahkan di Indonesia. Gedung ini diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 15 Agustus 1962 dan merupakan hotel berbintang pertama di Kota Jakarta. Tujuan dibangunnya Hotel Indonesia adalah untuk menyambut tamu-tamu penting pada perhelatan Asian Games ke-4 tahun 1962. Desain Hotel Indonesia dirancang oleh arsitek Amerika bernama Abel Sorensen dan istrinya Wendy. Hotel ini ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 tanggal 29 Maret 1993.

Sarinah

Foto : Siloka.com

Sarinah diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 15 Agustus 1966. Gedung ini terdiri 15 lantai dengan ketinggian 74 meter. Sarinah merupakan pusat perbelanjaan pertama di Indonesia. Nama Sarinah berasal dari nama pengasuh Soekarno pada masa kecil. Pembangunan gedung ini digagas langsung oleh Presiden Soekarno setelah lawatannya kesejumlah negara yang telah terlebih dahulu memiliki pusat-pusat perbelanjaan modern. Pusat perbelanjaan Sarinah dibangun dengan tujuan untuk menghadirkan barang-barang murah bagi masyarakat dengan mutu yang bagus. Sama seperti Hotel Indonesia, desain Sarinah juga dirancang oleh Abel Sorensen.

Wisma Nusantara

Foto : Wikipedia.org

Wisma Nusantara mengambil alih status gedung tertinggi di Kota Jakarta dari Sarinah pada tahun 1967. Wisma Nusantara adalah sebuah gedung perkantoran setinggi 117 meter dan terdiri dari 30 lantai. Gedung ini merupakan gedung pertama di Jakarta dan Indonesia yang memiliki ketinggian diatas 100 meter. Arsitek yang merancang gedung Wisma Nusantara ini bernama Wiratman Wangsadinata.

Graha Mandiri

Foto : Indoplaces.com

Pada tahun 1983, Jakarta meresmikan sebuah gedung yang lebih tinggi dibandingkan Wisma Nusantara. Gedung tersebut  bernama Graha Mandiri. Graha Mandiri merupakan sebuah gedung perkantoran setinggi 144 meter dan terdiri dari 32 lantai. Graha Mandiri memegang status gedung tertinggi di Kota Jakarta hingga tahun 1996, sebelum akhirnya diambil alih oleh Wisma 46.

Wisma 46

Foto : Skyscrapercity.com

Dari tahun 1996 hingga tahun 2015, Wisma 46 memegang status sebagai gedung tertinggi di Jakarta dan di Indonesia. Meski saat ini Wisma 46 sudah tidak lagi berstatus sebagai gedung tertinggi di Jakarta, namun gedung ini masih menjadi salah satu landmark utama kota Jakarta karena desainnya yang unik. Wisma 46 merupakan sebuah gedung perkantoran dengan ketinggian 262 meter dan terdiri dari 51 lantai. Gedung ini dirancang oleh Zeidler Roberts Partnership (Zeidler Partnership Architects) dan DP Architects Private Ltd.

Gama Tower

Foto : Flickr.com

Gama Tower adalah gedung tertinggi di Jakarta dan Indonesia untuk saat ini. Struktur bangunan Gama Tower ini selesai dibangun pada tahun 2015 lalu. Gedung ini terdiri dari 69 lantai dengan ketinggian 288,6 meter. Fungsinya adalah sebagai gedung perkantoran dan hotel. Gedung ini dirancang oleh PT Sekawan DesignInc Arsitek.
Selama ini banyak orang Indonesia tahunya  kota tertinggi di Indonesia adalah Kota Mulia di Papua. Ketinggiannya mencapai 2.448 meter diatas permukaan laut. Namun Kota Mulia bukanlah sebuah kota otonom, melainkan merupakan ibukota kabupaten. Kota Mulia merupakan ibukota dari Kabupaten Puncak Jaya. Terus untuk kota otonom, kota manakah yang memegang status sebagai kota tertinggi di Indonesia?

Jawabannya adalah Kota Batu. Kota Batu merupakan salah satu kota yang berada di provinsi Jawa Timur. Sebelumnya Kota Batu adalah salah satu wilayah yang menjadi bagian dari Kabupaten Malang. Kota Batu ditetapkan sebagai kota otonom pada 17 Oktober 2001. Sebelum ditetapkan sebagai kota otonom, Kota Batu terlebih dahulu ditetapkan sebagai kota adminstratif sejak 6 Maret 1993. Kota ini terletak 90 km sebelah barat daya Surabaya atau 15 km sebelah barat laut Malang.

Pemandangan Kota Batu dari ketinggian ( foto : titofebrian.com )

Kota Batu berada pada ketinggian 680-1700 meter diatas permukaan laut. Suhu rata-rata di sana sekitar 15-19 derajat celcius. Dengan suhu sebesar itu, menjadikan udara di Kota Batu cenderung dingin dan sejuk. Terdapat beberapa gunung yang mengelilingi kota Batu, yaitu Gunung Panderman, Gunung Banyak, Gunung Welirang, dan Gunung Bokong.

Kota Batu memiliki jumlah penduduk yang relatif kecil. Berdasarkan data tahun 2013, populasi penduduk Kota Batu adalah 182.392 jiwa. Sementara luas wilayah Kota Batu adalah 202,30 km persegi. Kota Batu memiliki potensi daerah yang besar disektor pariwisata. Selain berudara sejuk, kota Batu juga memiliki keindahan alam yang memukau.

Pada zaman kolonial Belanda, Kota Batu dijadikan sebagai tempat peistirahatan. Itulah sebabnya cukup banyak dijumpai bangunan-bangunan peninggalan Belanda di kota ini. Menurut catatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) Kota Batu, terdapat kurang lebih ratusan bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Kota Batu. Namun sayangnya beberapa bangunan sudah banyak mengalami perubahan akibat alih fungsi dan status kepemilikan tanah.

Orang Belanda memiliki kekaguman yang besar terhadap Kota Batu. Mereka menjuluki Kota Batu dengan sebutan De Klein Switzerland yang berarti Swiss Kecil di Pulau Jawa. Ungkapan tersebut tentunya tidak berlebihan kalau kita melihat keindahan Kota Batu yang memukau siapapun yang berkunjung ke sana.
Bandung adalah kota terbesar di provinsi Jawa Barat. Kota Bandung juga berstatus sebagai ibukota dari provinsi Jawa Barat. Untuk di Indonesia, Bandung menduduki posisi kota terbesar ketiga setelah Jakarta dan Surabaya. Sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia, tentunya kota Bandung mengalami perkembangan yang pesat dalam berbagai hal. Tidak terkecuali perkembangan dalam membangun gedung-gedung tinggi. Hal yang lumrah kita jumpai di kota-kota metropolitan karena besarnya populasi penduduk dan semakin menipisnya ketersediaan lahan. Pertumbuhan gedung-gedung tinggi di kota Bandung merupakan yang terpesat ketiga di Indonesia setelah kota Jakarta dan Surabaya.

Bicara tentang gedung tinggi, pada tulisan kali ini kita akan membahas tentang 10 gedung tertinggi di kota Bandung. Kalau dilihat berdasarkan fungsi gedung, hampir semua gedung yang masuk dalam 10 gedung tertinggi di kota Bandung difungsikan sebagai apartemen. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah daftarnya.

Parahyangan Residences

Foto : Abosy.com

Parahyangan Residences merupakan  apartemen di kota Bandung yang terdiri dari dua gedung. Salah satu gedungnya memegang status sebagai gedung tertinggi di kota Bandung. Gedung tersebut terdiri dari 35 lantai. Sementara gedung lainnya terdiri dari 20 lantai.

Galeri Ciumbuleuit 2

Foto : Skyscrapercity.com

Posisi gedung tertinggi kedua di kota Bandung dipegang oleh Galeri Ciumbuleuit 2. Sama halnya seperti Parahyangan Residences, Galeri Ciumbuleuit 2 difungsikan sebagai apartemen. Gedung ini terdiri dari 34 lantai. Sekedar informasi, secara keseluruhan Galeri Ciumbuleuit terdiri dari tiga gedung.

Tamansari Panoramic

Foto : Sewaapartemenbandung.com

Tamansari Panoramic juga merupakan sebuah gedung yang difungsikan sebagai apartemen. Gedung ini memiliki posisi tertinggi ketiga di kota Bandung. Tamansari Panoramic terdiri dari 30 lantai.

Galeri Ciumbuleuit 3

Foto : Rumahdijual.com

Galeri Ciumbuleuit 3 menduduki posisi keempat dalam daftar gedung tertinggi di kota Bandung. Gedung yang difungsikan sebagai apartemen ini terdiri dari 30 lantai. Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, Galeri Ciumbuleuit terdiri dari tiga gedung. Selain Galeri Ciumbuleuit 2 dan Galeri Ciumbuleuit 3, ada Galeri Ciumbuleuit 1 yang terdiri dari 20 lantai.

Harris Hotel

Foto : Agoda.com

Sesuai dengan namanya, Harris Hotel merupakan sebuah gedung yang difungsikan sebagai hotel. Hal ini tentu berbeda dengan gedung-gedung yang kita bahas sebelumnya yang semuanya berfungsi sebagai apartemen. Gedung Harris Hotel menduduki posisi tertinggi kelima di kota Bandung yang terdiri dari 28 lantai. Harris Hotel merupakan sebuah hotel berbintang 4.

Jarrdin Cihampelas

Foto : Skyscrapercity.com

Jarrdin Cihampelas menduduki posisi keenam hingga kesembilan dalam daftar gedung tertinggi di kota Bandung. Pasalnya, Jarrdin Cihampelas terdiri dari 4 gedung dengan jumlah lantai yang sama. Masing-masing gedung Jarrdin Cihampleas terdiri dari 24 lantai. Semua gedungnya difungsikan sebagai apartemen.

Ibis Hotel

Foto : Thebandungtour.com

Ibis Hotel merupakan sebuah hotel berbintang 3 di kota Bandung. Hotel ini terdiri dari 24 lantai dan menduduki posisi tertinggi kesepuluh dalam daftar gedung tertinggi di kota Bandung.
Previous PostOlder Posts Home